Batam (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau tengah mengembangkan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi untuk mewujudkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Kadispantan) Kabupaten Karimun Sukrianto Jaya Putra mengatakan pihaknya akan memaparkan rencana pengembangan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini kepada Menteri Pertanian dan Dirjen Peternakan pada Februari mendatang.
“Saat ini kami sedang merancang sistem hilirisasi peternakan ayam yang terintegrasi. Awal Februari kami ke Kementerian Pertanian untuk audiensi, sekarang saya sedang menyiapkan proposalnya untuk dipaparkan nanti,” kata Sukrianto dikonfirmasi di Batam, Kamis.
Dia menjelaskan, selama ini peternakan ayam di Kabupaten Karimun dikelola secara parsial, dan pemerintah hanya fokus di sektor hulu, sementara hilirisasi didominasi swasta, sehingga peternakan rakyat kesulitan bersaing.
Selain itu, harga pakan yang tinggi di wilayah kepulauan, serta sistem rantai pasok yang panjang mempengaruhi ketersediaan dan harga juga ayam di Kabupaten Karimun yang terbilang mahal.
Selama ini, kata dia, kebanyakan peternak ayam di Karimun mendatangkan pakan dan bibit (DOC) dari luar daerah seperti Pekanbaru, Riau. Sehingga terjadi disparitas harga ayam di kedua wilayah tersebut, karena biaya distribusi.
“Jadi produksi peternak ayam Karimun kalah bersaing dengan produk dari luar, lebih murah memproduksi daging satu kilogram di Pekanbaru, dibanding di Karimun,” ujarnya.
Baca juga: Bandara Hang Nadim Batam resmi tambah rute baru Batam-Kuala Lumpur
Program hilirisasi peternakan ayam ini dipaparkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Kabupaten Karimun, Senin (19/1). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak lokal, memperkuat rantai pasok, menekan biaya produksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Di Kabupaten Karimun, kata dia, sudah banyak peternakan ayam yang dikelola masyarakat (peternakan rakyat), bahkan akhir 2025 telah diresmikan BUMDes yang bergerak di sektor peternakan ayam petelur di Kecamatan Kundur.
“Peternakan ayam di Karimun itu kebanyakan ada di Kecamatan Kundur itu untuk petelur, pedagingnya ada juga di Pulau Karimun,” kata Sukri.
Menurut Sukri, pihaknya sudah melakukan kajian dan hitung-hitungan berapa potensi dan peluang yang bisa dikembangkan dengan program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini.
Dia menyebut, jika biaya produksi bisa ditekan lewat program hilirisasi ini, maka harga, ketersediaan daging ayam di Karimun dapat terjaga dan stabil.
“Jadi kalau biaya produksi bisa ditekan, nantinya harga akan menurun, dan ini yang dilakukan, kami ingin menangkap peluang hilirisasi peternakan ayam ini,” harapnya.
Sukrianto menambahkan, program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini menjadi prioritas Bupati Karimun Ing. Iskandarsyah di tahun 2026 untuk memastikan ketahanan pangan di wilayahnya, terlebih adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan dukungan ketersediaan bahan pangan yang cukup dan terjangkau.
Baca juga: Polisi tangkap pengedar vape narkoba di Batam