Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusaan (BP) Batam berharap mendapat kesempatan melakukan promosi terhadap perkembangan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) Batam kepada seluruh duta besar negara sahabat di Indonesia.

"Kementerian luar Negeri memiliki program promosi potensi di Indonesia mulai dari investasi, perdagangan dan pariwisata kepada Duta Besar negara-negara yang ada pada 19 Juni mendatang. Kami berharap berkesempatan ikut memaparkan pencapaian BP Batam selama lima tahun terakhir," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan di Batam, Sabtu.

BP Batam, kata Ilham, melihat hal tersebut sebagai peluang untuk  mempromosikan potensi investasi dengan segala kemudahan yang diberikan.

"Saat ini perwakilan dari BP Batam tengah melakukan komunikasi di Jakarta agar BP Batam mendapatkan waktu untuk mempersentasikan pencapaian lima tahun terakhir," katanya.

Ilham mengatakan, dengan memaparkan keberhasilan dalam menggaet investor diharapkan akan semakin banyak investasi masuk ke kawasan FTZ Batam sebagai salah satu tujuan utama penanaman modal kawasan Asia Pasific.

"Target nilai investasi yang diharapkan masuk ke Batam selalu naik dari tahun ke tahun. Jadi kami akan berupaya lebih mempromosikan Batam pada setiap kesempatan pertemuan yang melibatkan dengan negara-negara potensial," kata Ilham.

BP Batam menargetkan sebanyak 90 pengusaha asing berinvestasi di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Batam (FTZ) dengan nilai investasi minimal 350 juta dolar AS pada 2013.

"Kami yakin target tersebut terpenuhi, karena pada 2012 lalu investasi menyentuh angka 300 juta AS sementara targetnya hanya 200 juta AS," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan.

Ia mengatakan, negara-negara kawasan Asia seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan, China, Taiwan, Jepang masih menjadi negara paling banyak berinvestasi di Batam.

"Target utama tahun ini masih kawasan Asia, namun tidak menutup kemungkinan promosi juga dilakukan di wilayah Amerika, Eropa, dan Afrika," katanya.

Ilham mengatakan, bidang usaha, elektronik, manufaktur, galangan kapal dan industri penunjang migas masih menjadi sektor yang diharapkan mampu mendatangkan investasi asing dengan nilai tinggi. (Antara)

Editor: Rusdianto