Batam (Antara Kepri) - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan semua sekolah yang pada tahun ini tidak termasuk sasaran pelaksanaan kurikulum 2013, boleh mengadakan buku ajar sistem terbaru.

"Khusus kabupaten yang kebetulan tidak menjadi sasaran tahun ini  boleh mengadakan sendiri. Bahan buku, kami adakan di 'web'," kata Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim di Batam, Kamis.   

Pemerintah belum belum bisa menerapkan kurikulum 2013 di seluruh sekolah. Dari 409 kabupaten di Indonesia, baru 295 yang dijadikan sasaran pelaksanaan kurikulum baru. "Implementasi bertahap," katanya.

Kurikulum baru dan buku ajar akan disiarkan di 'web' sehingga dapat digandakan oleh pihak sekolah secara indipenden. Namun, kata dia, gurunya tetap harus dilatih oleh pemerintah.

Meski begitu, Wamendikbud menargetkan seluruh sekolah bisa menggunakan bahan ajar yang baru pada 2014.

Menurut dia, kurikulum 2013 dipercaya mampu menghasilkan anak yang berkualitas, baik intelektual dan tingkah laku.

"Kita sama-sama berupaya, agar anak-anak memiliki kemampuan intelektual yang baik dan attitude yang baik. Kurikulum baru menonjolkan 'attitude, skill and knowledge'," kata Wamen.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Yatim Mustafa mengatakan terdapat 120 SD di Kepri yang akan melaksanakan kurikulum baru. "Itu 30 persen dari total seluruh SD yang ada di seluruh Kepri," kata dia.

Mengenai pernyataan Wakil Menteri yang membolehkan bukan sekolah sasaran menerapkan kurikulum baru, ia mengatakan pemerintah daerah akan mendukungnya.

"Di dalam web ada bukunya. Nanti akan dicetak dengan biaya APBD," kata dia.

Saat ini, kata dia, Pemprov Kepri memang belum mengalokasikan anggaran untuk penggandaan buku kurikulum baru. Namun akan diupayakan masuk dalam APBD Perubahan. (Antara)

Editor: Rusdianto