Batam (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), melaporkan sebanyak 16.881 pelajar madrasah telah menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga awal Februari ini.
“Total ada 168 madrasah dengan 16.881 pelajar yang sudah menerima MBG. Sementara jumlah lembaga madrasah aktif di Batam ada 182, jadi sebagian besar sudah terjamah program ini,” kata Kepala Kantor Kemenag Batam Budi Dermawan saat dihubungi di Batam, Jumat.
Adapun rincian jumlah madrasah yang telah menerima MBG, lanjut dia, adalah 25 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 39 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 13 Madrasah Aliyah (MA), dan 91 Raudhatul Athfal (RA).
Baca juga: SPPG Polda Kepri tunggu arahan BGN terkait aktivitas selama Ramadhan
Ia menjelaskan pelaksanaan MBG di madrasah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
“Ada madrasah yang meminta MBG untuk sarapan, ada juga yang untuk makan siang. Jam pemberian disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak dan semuanya dikoordinasikan dengan dapur yang melayani,” ujarnya.
Terkait insiden dugaan keracunan makanan yang sempat terjadi di MAN 2 Batam pada November 2025 lalu, Budi memastikan penanganan dilakukan dengan cepat dan tuntas.
“Waktu itu kami langsung menerima aduan. Pihak madrasah juga melapor ke SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), kemudian dilakukan pengecekan sampel sampai selesai,” katanya.
Baca juga: KPPG : Usulan produk ikan untuk menu MBG di Kepri perlu diteliti dahulu
Budi menambahkan pendataan penerima MBG sebenarnya dilakukan secara terpusat melalui aplikasi dari pemerintah pusat. Namun hingga kini Kemenag Batam belum mendapatkan hak akses untuk masuk ke sistem tersebut.
“Kami belum bisa login ke aplikasi pusat, jadi belum bisa mengekspor data dari sana. Untuk sementara pendataan kami lakukan secara manual melalui Google Form yang disebarkan ke madrasah,” kata dia.
Pendataan manual tersebut dilakukan pada periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026 dan menjadi data terbaru yang digunakan untuk memantau pelaksanaan Program MBG di madrasah.
Baca juga:
Bea Cukai Batam gagalkan penyelundupan 231.130 ekor benih lobster
Komisi XII ingatkan industri di Batam agar tidak cemari lingkungan