Istanbul (ANTARA) - Pesawat pembom siluman B-2 dan pesawat Amerika Serikat (AS) lainnya yang mampu menyerang Iran tetap berada pada tingkat kesiapsiagaan lebih tinggi dari biasanya, sementara Pentagon terus memperkuat kehadiran aset militer di kawasan Timur Tengah, demikian dilaporkan The New York Times.
Laporan itu mengutip seorang pejabat senior AS yang meminta namanya dirahasiakan, bahwa Pentagon meningkatkan status siaga pesawat pembom itu hampir sebulan lalu.
Pesawat-pesawat yang berbasis di AS itu dapat digunakan untuk kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir atau rudal balistik Iran jika upaya diplomasi gagal.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa AS bisa menyerang Iran jika negara itu menolak untuk membatasi program nuklirnya.
Namun pejabat keamanan nasional senior AS dilaporkan mendorong Trump agar menunda tindakan militer hingga pasukan AS di wilayah itu lebih siap dalam hal penyerangan dan pertahanan.
Sekitar 30.000 hingga 40.000 tentara Amerika yang tersebar di Timur Tengah, termasuk di delapan pangkalan permanen, disebut kekurangan sistem pertahanan udara untuk melindungi mereka dari kemungkinan serangan balasan.
Washington juga telah memperluas kehadiran angkatan lautnya di kawasan. Gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal pengawal berpeluru kendali Tomahawk menjadi bagian dari kelompok sekitar selusin kapal AS yang dikerahkan di Laut Arab, Teluk Persia, Laut Merah, dan timur Laut Mediterania untuk memperkuat postur militer di tengah ketegangan yang meningkat.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS siagakan pesawat pembom B-2 di tengah ketegangan dengan Iran
AS siagakan pesawat pembom B-2
Sabtu, 14 Februari 2026 16:30 WIB
Arsip foto - Pesawat tempur F-35A Angkatan Udara AS dan F-35B Korps Marinir AS terparkir di landasan pacu bekas pangkalan angkatan laut Roosevelt Roads, Ceiba, Puerto Rico, Kamis (25/12/2025). Amerika Serikat terus menambah dan menyiagakan pesawat tempur serta personel militernya di kawasan Karibia dalam seminggu terakhir seiring meningkatnya ketegangan dengan Venezuela. ANTARA FOTO/Reuters/Eva Marie Uzcategui/bar
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor : Nadilla
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
AS izinkan transaksi pengeboran, ekspor, hingga jual beli minyak Venezuela
30 January 2026 12:23 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB