Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan program bantuan usaha senilai Rp2 juta, untuk dibagikan kepada perempuan kelompok rentan atau dengan ekonomi rendah.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Natuna, Mardi Handika di Natuna, Ahad, mengatakan bantuan itu berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Nama program kegiatan itu adalah perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE), sedangkan penyerahan bantuan tengah dicarikan waktu yang sesuai, mengingat bantuan khusus diberikan kepada perempuan yang berdomisili di pulau-pulau.

Kriteria penerima manfaat merupakan ibu rumah tangga tanpa suami, baik ditinggal karena cerai (mati atau hidup) maupun tanpa keterangan, serta yang memiliki usaha produktif.

"Penerima manfaat perempuan berjumlah sekitar 250 KPM (Keluarga Penerima Manfaat)," ucap dia.

Data KPM kata dia, berasa dari data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). DTSEN merupakan gabungan beberapa data, termasuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Data ini diperoleh melalui pendataan langsung ke rumah warga untuk menilai kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Dalam DTSEN pemerintah memberikan peringkat kesejahteraan terhadap masyarakat yang dikenal dengan istilah desil, mulai dari satu hingga sepuluh. Desil 1 hingga 5 mencerminkan kelompok kesejahteraan rendah, sementara desil 6 hingga 10 menunjukkan kelompok kesejahteraan tinggi.

"Bantuan ini diberikan kepada perempuan yang masuk dalam kelompok desil satu hingga lima," ucap dia.

Dana yang diberikan, diperuntukkan untuk belanja peralatan kebutuhan usaha (alat tidak habis pakai) yang dibutuhkan KPM.

Adapun kecamatan yang menjadi sasaran bantuan ini mencakup, Kecamatan Midai, Suak Midai, Subi, Serasan, dan Serasan Timur.

"Bantuan sosial ini diberikan sebagai stimulan bagi pelaku usaha agar mampu mengembangkan kapasitas produksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan," kata dia.