Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik yang terjadi di Alaska pada Senin, tidak berdampak terhadap wilayah Indonesia maupun berpotensi menimbulkan tsunami di Tanah Air.

Pelaksana tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia, sebagaimana berdasarkan hasil pemodelan BMKG.

BMKG melaporkan gempa bermagnitudo 6,1 tersebut terjadi pada Senin waktu setempat atau sekitar pukul 12.11 WIB.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di zona lempeng mikro Yakutat. Mekanisme sumber gempa teridentifikasi sebagai patahan turun (normal fault).



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Gempa 6,1 magnitudo di Alaska tidak berdampak ke Indonesia