Surabaya (ANTARA) - Kapten Persebaya Surabaya, Francisco Rivera, tidak menutupi rasa sedih dan kecewa yang menyelimuti skuad Bajol Ijo usai menelan kekalahan 1-2 dari Madura United pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Kekalahan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (17/4) malam tersebut, dirasakan sangat memukul mental pemain dan staf.
"Percayalah, saat di ruang ganti, semua sangat kecewa, pemain dan staf, kami sedih karena kami kalah hari ini,” kata Rivera saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Jumat malam.
Rivera menilai secara taktikal Persebaya telah menjalankan rencana pelatih dengan baik dan mampu mengontrol jalannya pertandingan. Namun, ia mengakui bahwa kegagalan mengonversi peluang menjadi gol menjadi faktor penentu hasil negatif tersebut.
“Kami menciptakan banyak peluang, tapi kami tidak bisa mencetak gol,” ucapnya.
Senada dengan kaptennya, pelatih Bernardo Tavares menyampaikan permohonan maaf kepada suporter Bonek dan Bonita. Ia mengakui timnya tidak dalam kondisi ideal karena sejumlah pilar utama harus absen akibat cedera dan sakit.
“Pemain yang tidak ada berarti cedera atau sakit, dan kami mengandalkan semua pemain yang tersedia,” ucapnya.
Menghadapi tantangan berikutnya, Persebaya dijadwalkan melakoni dua laga tandang berat melawan Malut United dan Arema FC. Tavares menegaskan fokus utama tim saat ini adalah pemulihan pemain dan menyusun rencana terbaik dengan skuad yang ada.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rivera ungkap kondisi ruang ganti usai kalah dari Madura United