Natuna (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan kajian kelayakan terhadap rencana pembangunan 40 pelabuhan laut di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, guna meningkatkan konektivitas, khususnya di wilayah perbatasan.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, di Natuna, Senin, mengatakan kajian diawali dengan prastudi. Dalam prastudi itu, Kemenhub menerjunkan tim untuk meninjau secara langsung sejumlah pelabuhan di Natuna, guna menginventarisasi kondisi yang ada.
Kemudian dilanjutkan focus group discussion (FGD) di kantor bupati secara luring dan daring guna mengidentifikasi kebutuhan pelabuhan, mengevaluasi lokasi potensial, serta menentukan prioritas pembangunan.
FGD luring dihadiri pimpinan dan perwakilan tim survei Kemenhub, unit kerja terkait di Pemkab Natuna, Kantor Pertanahan, Badan Pusat Statistik, serta Stasiun Meteorologi Maritim Natuna. Sementara secara daring diikuti oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Kemenhub.
"Tim Kemenhub telah melakukan survei lapangan, termasuk di Kecamatan Pulau Seluan pada Sabtu (2/5)," ucapnya.
FGD di prastudi kelayakan pembangunan pelabuhan laut di Natuna, di kantor Bupati Natuna pada Senin (4/5/2026). ANTARA/Muhamad Nurman
Cen Sui Lan menjelaskan, FGD menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui pembangunan pelabuhan laut.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan minimnya sarana dan prasarana pelabuhan laut di Natuna kepada Kemenhub. Akibat hal tersebut, di beberapa wilayah proses bongkar muat penumpang dan barang masih dilakukan di tengah laut, yang berisiko, terutama saat cuaca buruk.
Kondisi itu turut berdampak pada dunia pendidikan, seperti di Kecamatan Pulau Panjang, di mana anak-anak harus menyesuaikan waktu berangkat sekolah dengan pasang surut air laut.
“Masih ada beberapa tahapan lagi sampai ini direalisasikan, kita akan terus dorong ini, karena Natuna merupakan daerah kepulauan dengan jarak antar kecamatan yang dipisahkan lautan, sehingga infrastruktur pelabuhan perlu direvitalisasi,” ucapnya.