Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat indeks kerukunan umat beragama di wilayah setempat pada tahun 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dari 82,21 poin menjadi 83,68 poin.

Kepala Kesbangpol Kepri, Muhamad Iksan, mengungkapkan capaian tersebut relatif sangat tinggi, bahkan  berada di atas rata-rata nasional.

"Indeks kerukunan umat beragama di Kepri 2025 berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 77,89 poin,"  kata Kepala Kesbangpol Kepri Muhamad Iksan di Tanjungpinang, Kamis.

Capaian ini, menurut Iksan, menandakan keberhasilan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat dalam menjaga keharmonisan serta toleransi di tengah beragam suku dan agama di wilayah perbatasan tersebut.

Baca juga: BNPT perkuat pencegahan ekstremisme di Kepri

Ia secara khusus juga mengapresiasi peran strategis Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kepri dalam merawat kerukunan sekaligus sebagai jembatan komunikasi, ruang dialog, serta wadah musyawarah antarumat beragama.

Iksan menyebutkan kerukunan umat beragama merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas daerah dan memperkuat persatuan bangsa. 

"Dalam konteks Kepri yang majemuk, keberagaman adalah kekuatan sekaligus tanggung jawab yang harus kita kelola bersama dengan penuh kebijaksanaan," ujarnya.

Kesbangpol Kepri, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan FKUB dalam merumuskan program kerja ke depan guna menjaga stabilitas dan harmoni sosial, sehingga kerukunan umat beragama dapat terus terjaga dan ditingkatkan.

Baca juga: Cuaca Kepri dipengaruhi fenomena MJO, waspada hujan petir hari ini 8 Mei

"Kami akan terus mendukung peran FKUB sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial di Kepri," ucapnya.

Sementara, Ketua FKUB Kepri Handarlin Umar menyampaikan indeks kerukunan umat beragama di Bumi Melayu itu terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Ia menyambut baik pencapaian 2025 sekaligus mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga kerukunan, terutama di rumah-rumah ibadah.

"Kerukunan bukan sekadar pencapaian angka, tapi wujud nyata dari kualitas kehidupan sosial. Rumah ibadah termasuk masjid, harus tetap menjadi simbol persatuan yang kokoh," katanya.

Baca juga: Bupati Natuna dukung pengembangan lapangan Migas di blok Tuna

Handarlin Umar mengatakan upaya untuk terus meningkatkan kerukunan ini melibatkan peran aktif dari pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat umum. 

Program penguatan dialog lintas agama, kampanye toleransi, dan sosialisasi nilai-nilai moderasi beragama menjadi faktor kunci dalam pencapaian ini.

Selanjutnya, sinergi lintas sektor pun dianggap sebagai komponen penting dalam mewujudkan masyarakat yang rukun dan damai.

"Dengan pencapaian ini Kepri tidak hanya menunjukkan komitmen dalam memperkuat nilai-nilai kerukunan, namun memberikan contoh nyata bagaimana kerukunan dapat diwujudkan secara konsisten dari tahun ke tahun," ucapnya.
 

Baca juga:

DPRD Batam sepakati Ranperda Persampahan dibahas lanjut

Pertumbuhan ekonomi Kepri ditopang sektor pertambangan di triwulan I