Batam (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dengan membekali lansia dan pelaku usaha mikro dengan strategi pengelolaan pengeluaran ideal.
Sinergi yang menggandeng BKKBN dan Baznas Kepri ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan sekaligus memberikan bantuan modal usaha produktif guna menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan tangguh, kata Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya dalam keterangan yang dikutip di Batam, Jumat.
Ia menegaskan bahwa perencanaan keuangan sangat krusial agar masyarakat memiliki bantalan ekonomi dan tidak terjebak pada produk keuangan ilegal. Dalam rumus yang dibagikan, masyarakat diminta membiasakan diri menyisihkan 10 persen untuk kebutuhan sosial/zakat., 20 persen untuk menabung dan dana darurat, maksimal 30 persen untuk angsuran produktif dan 40 persen untuk konsumsi atau kebutuhan bulanan.
"Masyarakat perlu membiasakan diri menyisihkan 10 persen untuk kebutuhan sosial/zakat, 20 persen untuk menabung dan dana darurat, maksimal 30 persen untuk angsuran produktif, serta 40 persen untuk konsumsi atau kebutuhan bulanan," katanya menegaskan.
Sinar juga mengingatkan pentingnya memiliki dana darurat sebagai bantalan ekonomi keluarga serta proteksi melalui asuransi sosial seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam hal pembiayaan, masyarakat dihimbau untuk berhutang secara bijak, yakni hanya untuk kegiatan produktif dan dilakukan pada lembaga jasa keuangan yang berizin dan diawasi oleh OJK.
Kegiatan yang diikuti oleh 81 peserta dari kelompok UPPKA, penyuluh KB, dan mitra kerja ini juga menghadirkan aksi nyata berupa bantuan modal dari Baznas Kepri. Bantuan tersebut berupa paket outlet usaha lengkap (gerobak dan alat masak) untuk mendukung pelatihan memasak fried chicken bagi kelompok binaan.
Sekretaris BKKBN Kepri, Siti Jamilah, memastikan pihaknya akan melakukan monitoring berkelanjutan terhadap operasional usaha tersebut.
Dalam kegiatan itu, OJK Kepri turut membagikan Buku Literasi Perencanaan Keuangan Keluarga sebagai panduan praktis pengelolaan arus kas bagi para pelaku usaha di Kepulauan Riau.