Tanjungpinang (ANTARA) - Bulog Cabang Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) masih menunggu penugasan dari pemerintah pusat untuk menyalurkan cadangan jagung pemerintah (CJP) atau jagung pipil kepada peternak unggas.
"Pemerintah Provinsi Kepri melalui dinas terkait, juga sudah mengusulkan ke pusat agar CJP Bulog dapat dijual kepada peternak unggas," kata Kepala Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq dihubungi di Tanjungpinang, Sabtu.
Arief menyebutkan sampai saat ini pihaknya telah menyerap 45 ton jagung pipil dari petani lokal yang tersebar di kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Produksi jagung pipil tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat/daerah, kepolisian dan petani lokal di daerah setempat.
Pasokan jagung pipil tersimpan di beberapa gudang Bulog di wilayah Kepri, mulai dari Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga hingga Kepulauan Anambas.
Ia pun menyampaikan secara nasional target penyerapan CJP Bulog tahun 2026 mencapai satu juta ton.
"Untuk di Kepri, target kami penyerapan CJP tahun ini tembus 100 ton," ungkapnya.
Lanjut Arief menjelaskan penyerapan CBP Bulog bagian dari penugasan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna menjaga stabilisasi harga jagung di tingkat peternak/petani serta memastikan ketersediaan bahan baku.
Jagung pipil, kata dia, diusulkan untuk program stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP), khususnya jagung.
"CJP yang dikelola Bulog bertujuan meredam beban biaya pakan ternak unggas yang relatif tinggi di pasaran," ungkapnya.
Dia turut menambahkan bahwa harga jagung pipil yang diserap Bulog di wilayah Kepri sebesar Rp6.400 per kilogram.
Arief memastikan CJP yang dikelola Bulog sudah memenuhi kualitas dan standar, yaitu kadar air jagung maksimal 14 persen dan pemeriksaan alfatoksin maksimal 50 ppb.
"Rata-rata kualitas jagung di Kepri sudah sesuai standar di Indonesia pada umumnya," demikian Arief.