Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mengintervensi harga bahan pokok strategis di Pulau Laut, salah satu pulau terluar Indonesia, melalui kegiatan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM), guna mengendalikan inflasi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Kabupaten Natuna, Marwan Sjah Putra, di Natuna, Kamis, mengatakan kegiatan dipusatkan di Desa Air Payang.

Menurut dia, harga bahan pokok di Pulau Laut kerap mengalami kenaikan. Kenaikan harga dipicu oleh panjangnya jalur distribusi yang menyebabkan bertambahnya biaya pengiriman. Kondisi tersebut juga diperparah oleh naiknya harga bahan baku plastik.

Komoditas yang disediakan dalam pasar murah di Pulau Laut meliputi beras, telur ayam, tepung terigu, minyak goreng, cabai, dan bawang.

"Pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah agar harga bahan pokok tetap stabil. Harga setiap komoditas yang dijual di sini berada di bawah harga pasar, dengan selisih sekitar Rp5.000," ucapnya.

Warga Pulau Laut Yeni saat belanja di pasar murah di Desa Air Payang pada Kamis (21/5/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Ia menjelaskan, kegiatan pasar murah tidak hanya dilaksanakan di Pulau Laut, tetapi juga telah digelar di sejumlah wilayah lain dan akan terus dilaksanakan di daerah yang mengalami kenaikan harga pangan.

Kehadiran pangan murah di Pulau Laut merupakan hasil kolaborasi antara Disperindagkopum Natuna, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna, serta Perum Bulog Cabang Natuna.

Ia menambahkan, pihaknya membawa sekitar 700 kemasan untuk masing-masing komoditas, kecuali telur ayam.

Baca juga: Polda Kepri gagalkan penyelundupan 100 ribu ekor benih lobster

"Setiap instansi menghadirkan komoditas yang berbeda. Disperindagkopum menyediakan telur ayam, gula pasir, tepung terigu, dan minyak goreng. DKPP menyediakan komoditas hortikultura segar seperti cabai dan bawang, sedangkan Bulog menyediakan beras," kata Marwan.

Sementara Warga Pulau Laut Yeni mengatakan kehadiran bahan pangan murah mampu mengurangi pengeluaran dirinya.

Ia berharap kegiatan dilaksanakan secara berkala di daerahnya, mengingat bahan pangan kerap berada di atas harga eceran tertinggi.

"Minyak goreng satu liter biasanya sampai Rp20.000 di pasar murah ini cuman Rp15.000. Alhamdulillah ada bahan untuk Idul Adha," katanya.


Baca juga: DKPP Batam periksa 17 ribu hewan kurban jelang Idul Adha