PPP: Warga Apatis Akibat Legislator Ingkar Janji
Sabtu, 31 Agustus 2013 16:41 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Ketua Partai Persatuan Pembangunan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Syaiful berpendapat kini banyak warga bersikap apatis akibat ulah legislator mengingkari janji manis yang diucapkan sewaktu berkampanye selaku calon.
"Banyak warga mengeluh karena merasa dibohongi oknum-oknum anggota legislatif yang tidak memenuhi janji-janji pada Pemilu 2009," kata Syaiful, di Tanjungpinang, Sabtu.
Akibatnya bahkan ada warga yang sama sekali tidak percaya dengan caleg yang bertarung pada Pemilu 2014.
"Ada warga yang menjustifikasikan seluruh caleg memiliki sikap yang sama. Mereka tidak percaya dengan apa yang disampaikan siapapun yang kini sedang mencalonkan diri," ujarnya.
Syaiful mengemukakan, sikap caleg yang ingkar janji setelah menjadi anggota DPRD Tanjungpinang pada Pemilu 2009, membuat caleg yang baru-baru ini ditetapkan KPU Tanjungpinang sulit menyosialisasikan program ke masyarakjat.
Banyak warga yang tidak mau memenuhi undangan caleg dalam berbagai pertemuan.
Padahal, katanya, setiap caleg memiliki watak dan kemampuan yang berbeda-beda. Tidak semua caleg suka mengobral janji, karena menilai untuk mendekati masyarakat harus menggunakan cara yang lebih efektif.
Caleg dari PPP dilarang mengobral janji. Mereka diwajibkan bersosialisasi dan berbuat untuk kepentingan masyarakat.
"Masyarakat itu sudah sangat cerdas menghadapi caleg. Mereka tidak tergoda dengan janji-janji caleg," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Banyak warga mengeluh karena merasa dibohongi oknum-oknum anggota legislatif yang tidak memenuhi janji-janji pada Pemilu 2009," kata Syaiful, di Tanjungpinang, Sabtu.
Akibatnya bahkan ada warga yang sama sekali tidak percaya dengan caleg yang bertarung pada Pemilu 2014.
"Ada warga yang menjustifikasikan seluruh caleg memiliki sikap yang sama. Mereka tidak percaya dengan apa yang disampaikan siapapun yang kini sedang mencalonkan diri," ujarnya.
Syaiful mengemukakan, sikap caleg yang ingkar janji setelah menjadi anggota DPRD Tanjungpinang pada Pemilu 2009, membuat caleg yang baru-baru ini ditetapkan KPU Tanjungpinang sulit menyosialisasikan program ke masyarakjat.
Banyak warga yang tidak mau memenuhi undangan caleg dalam berbagai pertemuan.
Padahal, katanya, setiap caleg memiliki watak dan kemampuan yang berbeda-beda. Tidak semua caleg suka mengobral janji, karena menilai untuk mendekati masyarakat harus menggunakan cara yang lebih efektif.
Caleg dari PPP dilarang mengobral janji. Mereka diwajibkan bersosialisasi dan berbuat untuk kepentingan masyarakat.
"Masyarakat itu sudah sangat cerdas menghadapi caleg. Mereka tidak tergoda dengan janji-janji caleg," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Karimun harap warga jaga kerukunan antar umat saat Imlek dan Ramadhan
13 February 2026 12:37 WIB
Forkopimda Lingga salurkan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan
13 February 2026 12:21 WIB
Dinkes Kepri cek kesehatan warga didominasi temuan hipertensi dan diabetes
09 February 2026 12:08 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Warga Gaza kembali dapat perlakuan kasar dan ancaman Israel saat kembali lewat Rafah
04 February 2026 10:40 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB