Batam (Antara Kepri) - Badan Koordinasi Keamanan Laut menurunkan satu Kapal Negara untuk mengamankan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Nusa Dua, Bali pada Oktober 2013, kata Kalakhar Bakorkamla Laksamana Madya TNI Bambang Suwarto.

"Itu sifatnya kekhususan, bulan Oktober," kata Bambang Suwarto usai meresmikan dua kapal negara di Batam, Selasa.

Sebagai koordinator keamanan laut, Bakorkamla bertugas menjaga keamanan laut, apalagi KTT rencananya dihadiri petinggi dari 21 negara peserta APEC dan beberapa negara peninjau.

Kapal yang akan digunakan adalah KN Singa Laut 4802, satu dari dua kapal yang baru saja selesai dibangun putra-putri terbaik Indonesia dengan 80 persen bahan dari dalam negeri di perusahaan galangan kapal yang beroperasi di Batam.

Bambang mengatakan KN Singa Laut merupakan kapal induk yang dilengkapi fasilitas informasi dan komunikasi yang modern dan terintegrasi ke salah satu radar Bakorkamla dari Aceh sampai Merauke.

Sementara itu, Menteri Perhubungan EE Mangindaan memastikan sejumlah bandara siap untuk digunakan menjelang Asia-Pacific Economic Cooporation (APEC), seperti Bandara Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya dan Sultan Hasanuddin Makassar.

"Relatif sudah siap, tanggal 10 September ini sudah bisa jalan," katanya.

Mangindaan mengatakan pihaknya telah menyiapkan apron (tempat parkir pesawat) bandara bukan hanya di Bandara Ngurah Rai, tetapi juga di Bandara Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar serta bandara di Lombok untuk mengantisipasi kepadatan kedatangan pesawat dari berbagai negara.

"Untuk apron dan sebagainya telah kita siapkan kalau ada kepala negara yang datang dengan pesawatnya, kita akan 'oper' (alihkan) ke Juanda, Makassar dan Lombok supaya tidak terlalu banyak dan (khawatir) bisa penuh," katanya.

Dia mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk menjamin penerbangan reguler bisa tetap berjalan. (Antara)

Editor: Rusdianto