Batam (Antara Kepri) - Nelayan tradisional pesisir Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, sejak beberapa pekan terakhir tidak melaut karena angin utara kencang mengakibatkan cuaca buruk dan gelombang tinggi sehingga membahayakan mereka.

"Gelombang laut sangat tinggi dan angin kencang membahayakan bagi kami yang hanya melaut menggunakan perahu-perahu kecil. Apalagi kondisi seperti ini juga membuat ikan sulit didapat, jadi kami memilih tidak melaut," kata seorang nelayan di Telaga Punggur, Batam, Nur Aziz, di Batam, Sabtu.

Ia mengaku bersama banyak kawannya memilih memperbaiki kapal sebagai persiapan melaut jika cuaca sudah kembali mendukung setelah angin utara berlalu.

"Mau bagaimana lagi, alam tidak bisa dilawan, apalagi kalau dipaksa juga tidak akan bisa mendapatkan hasil tangkapan yang memuaskan. Ini kesempatan kami untuk kembali mempersiapkan kapal sebelum kembali melaut," kata dia.

Nur memperkirakan musim utara berakhir pada pertengahan Februari atau biasa disebut perayaan Cap Go Mee atau hari ke-15 Tahun Baru Imlek.

Seorang nelayan lain di kawasan Barelang, Nurrahman, memilih menjadi pengumpul ganggang (alga laut) yang banyak tersebar di karang-karang pinggir pulau selama musim utara."Saat tidak melaut ini yang bisa kami lakukan. Sekadar mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, karena hasilnya memang tidak besar," kata Nurrahman.

Ia mengatakan walaupun harganya murah, ganggang mudah diperoleh di perairan Batam.Sejak akhir November 2013 hingga pekan ketiga Januari 2014, harga ikan di sejumlah pasar tradisional di Batam mengalami kenaikan fluktuatif 10-50 persen.

"Pasokan berkurang, kadang malah hampir tidak ada ikan masuk. Jadi harganya naik-turun namun masih sekitar 10-50 persen di atas harga normal," kata seorang pedagang ikan di Botania, Muhajir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, memperkirakan gelombang tinggi dan arus cepat terjadi di beberapa wilayah perairan Kepulauan Riau. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta berhati-hati.

Melalui laman resminya, BMKG mengingatkan kemungkinan awan pekat disertai petir dan akan berpotensi menjadi angin puting beliung.

BMKG memprakirakan kecepatan angin 5-30 kilometer per jam dengan tinggi gelombang 3-5 meter. (Antara)

Editor: Rusdianto