Asosiasi Asuransi Proses Sertifikasi Agen Hadapi AFTA
Kamis, 27 Maret 2014 20:12 WIB
Batam (Antara Kepri) - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Kota Batam, Kepulauan Riau, memproses sertifikasi 60 agen penjual produk asuransi untuk menghadapi persaingan dengan Malaysia dan Singapura terutama dalam pelaksanaan ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) 2015.
"Saat ini AAUI Batam sedang melakukan lokakarya untuk menyiapkan sertifikasi 60 orang agen," kata Ketua AAUI Batam Kepulauan Riau I Made Pariada di Batam, Kamis.
Dengan sertifikasi itu, produk asuransi dalam negeri diharapkan dapat lebih bersaing dengan asuransi dari luar negeri, apalagi agen dari Singapura dan Malaysia gencar memasarkan produknya di Batam.
Jika industri asuransi di Batam sudah didukung agen penjual produk asuransi yang tersertifikasi, maka ia yakin pasar asuransi Batam tidak akan tergerus oleh tenaga asuransi dari sesama negara ASEAN.
"Kami siap hadapi serbuan asing, Malaysia dan Singapura. Kalau lulus semua, dan didukung agen tersertifikasi kita sudah siapkan diri," kata dia.
Berdasarkan data AAUI Batam, saat ini jumlah perwakilan jasa keuangan nonbank sebanyak 27 perusahaan asuransi kerugian. Sebanyak 16 perusahaan asuransi berstatus kantor cabang dan 11 kantor perwakilan.
Namun, dari jumlah itu, jumlah tenaga pemasaran produk asuransi baru mencapai 21 orang dan hanya didukung 16 tenaga ahli.
Sementara itu, ia mengatakan iklim usaha asuransi di Indonesia semakin baik dan tertata semenjak pemerintah membentuk Otoritas Jasa Keuangan yang memantau seluruh industri jasa keuangan.
"Kami percaya OJK membawa iklim asuransi semakin baik dan tertata," kata dia.
Dengan sistem yang terpecaya, ia berharap industri asuransi dapat menjadi mitra dan partner yang baik bersama OJK untuk menciptakan iklim keuangan yang baik. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Saat ini AAUI Batam sedang melakukan lokakarya untuk menyiapkan sertifikasi 60 orang agen," kata Ketua AAUI Batam Kepulauan Riau I Made Pariada di Batam, Kamis.
Dengan sertifikasi itu, produk asuransi dalam negeri diharapkan dapat lebih bersaing dengan asuransi dari luar negeri, apalagi agen dari Singapura dan Malaysia gencar memasarkan produknya di Batam.
Jika industri asuransi di Batam sudah didukung agen penjual produk asuransi yang tersertifikasi, maka ia yakin pasar asuransi Batam tidak akan tergerus oleh tenaga asuransi dari sesama negara ASEAN.
"Kami siap hadapi serbuan asing, Malaysia dan Singapura. Kalau lulus semua, dan didukung agen tersertifikasi kita sudah siapkan diri," kata dia.
Berdasarkan data AAUI Batam, saat ini jumlah perwakilan jasa keuangan nonbank sebanyak 27 perusahaan asuransi kerugian. Sebanyak 16 perusahaan asuransi berstatus kantor cabang dan 11 kantor perwakilan.
Namun, dari jumlah itu, jumlah tenaga pemasaran produk asuransi baru mencapai 21 orang dan hanya didukung 16 tenaga ahli.
Sementara itu, ia mengatakan iklim usaha asuransi di Indonesia semakin baik dan tertata semenjak pemerintah membentuk Otoritas Jasa Keuangan yang memantau seluruh industri jasa keuangan.
"Kami percaya OJK membawa iklim asuransi semakin baik dan tertata," kata dia.
Dengan sistem yang terpecaya, ia berharap industri asuransi dapat menjadi mitra dan partner yang baik bersama OJK untuk menciptakan iklim keuangan yang baik. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS TK Batam Sekupang libatkan agen Perisai, jangkau kepesertaan pekerja informal
01 October 2025 14:21 WIB
BPJS Kesehatan Natuna gandeng desa perluas jangkauan program Jaminan Kesehatan Nasional
18 September 2025 13:53 WIB
Asparnas Batam menggaet agen perjalanan guna tingkatkan kunjungan wisman
11 September 2024 15:40 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pemkot sebut sistem bioflok solusi lahan terbatas untuk budidaya ikan di Batam
09 May 2026 10:53 WIB