Dahlan Iskan Puji Keindahan Natuna
Senin, 5 Mei 2014 21:45 WIB
Menteri BUMN, Dahlan Iskan ketika berkunjung ke Kabupaten Natuna. (antarakepri.com/Zam Jambak)
Natuna (Antara Kepri) - Menteri BUMN, Dahlan Iskan ketika berkunjung ke Kabupaten Natuna, Senin (5/5) mengatakan, dirinya sangat terkejut dengan keindahan pariwisata yang dimiliki Natuna. Bahkan, kalau dibandingkan dengan Kabupaten Bangka Belitung, Natuna nomor satu.
"Waduh, saya tidak menyangka, kalau Natuna seindah ini, kalau kita bandingkan dengan Kabupaten Bangka Belitung, Natuna ini nomor satu," pujinya ketika melihat wisata Batu Alief Stone di Bunguran Timur, Ranai.
Namun sangat di sayangkan, kata Dahlan Iskan, tempat wisata yang begitu indah dan menawan ini, tidak digarap dengan maksimal oleh pemerintah daerah Natuna.
"Natuna bukan saja kaya dengan migas, tapi juga kaya dengan tempat wisata. Tapi sangat di sayangkan, kalau tempat seperti ini tidak di garap dengan maksimal. Kalau dikelola dengan baik, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat. Ekonomi masyarakat juga akan tumbah," katanya.
Dahlan Iskan juga mengatakan, tujuan utama berkunjung ke Kabupaten Natuna adalah untuk melihat secara langsung kondisi wilayah Natuna. Diantaranya untuk mengatasi dan mencari solusi krisis listrik yang sudah mendasar.
Kemudian kata Dahlan, bagaimana di Natuna ini ada perkebunan rakyat, sehingga lahan yang terlantar ini bisa bermanfaat, salah satunya dengan sistim kalaborasi rakyat, bukan kalaborasi kapitalis.
"Ada dua hal yang cukup signifikan yang perlu dicarikan solusinya, pertama, tentang listrik, bagaimana bisa mandiri dengan jalan yang sangat realistis. Kedua, mendorong adanya perkebunan rakyat dengan sistim kalborasi, bukan kapitalis," katanya
Menteri yang dikenal ceplas ceplos juga menjelaskan, Kementrian BUMN khususnya bidang perkebunan, saat ini memang tengah menggalakkan agar pekebunan rakyat bisa meningkat dan lebih maju.
"Sekarang perkebunan ini rakyat yang berbasis kalaborasi perlu di tingkatkan, kita tahu, banyak lahan warga yang tidak dimanfaatkan secara maksimal, salah satunya Natuna. Kita berharap, dengan adanya perkebunan inti rakyat ini, perekonomian warga bisa meningkat dan lebih maju," pungkasnya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
"Waduh, saya tidak menyangka, kalau Natuna seindah ini, kalau kita bandingkan dengan Kabupaten Bangka Belitung, Natuna ini nomor satu," pujinya ketika melihat wisata Batu Alief Stone di Bunguran Timur, Ranai.
Namun sangat di sayangkan, kata Dahlan Iskan, tempat wisata yang begitu indah dan menawan ini, tidak digarap dengan maksimal oleh pemerintah daerah Natuna.
"Natuna bukan saja kaya dengan migas, tapi juga kaya dengan tempat wisata. Tapi sangat di sayangkan, kalau tempat seperti ini tidak di garap dengan maksimal. Kalau dikelola dengan baik, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat. Ekonomi masyarakat juga akan tumbah," katanya.
Dahlan Iskan juga mengatakan, tujuan utama berkunjung ke Kabupaten Natuna adalah untuk melihat secara langsung kondisi wilayah Natuna. Diantaranya untuk mengatasi dan mencari solusi krisis listrik yang sudah mendasar.
Kemudian kata Dahlan, bagaimana di Natuna ini ada perkebunan rakyat, sehingga lahan yang terlantar ini bisa bermanfaat, salah satunya dengan sistim kalaborasi rakyat, bukan kalaborasi kapitalis.
"Ada dua hal yang cukup signifikan yang perlu dicarikan solusinya, pertama, tentang listrik, bagaimana bisa mandiri dengan jalan yang sangat realistis. Kedua, mendorong adanya perkebunan rakyat dengan sistim kalborasi, bukan kapitalis," katanya
Menteri yang dikenal ceplas ceplos juga menjelaskan, Kementrian BUMN khususnya bidang perkebunan, saat ini memang tengah menggalakkan agar pekebunan rakyat bisa meningkat dan lebih maju.
"Sekarang perkebunan ini rakyat yang berbasis kalaborasi perlu di tingkatkan, kita tahu, banyak lahan warga yang tidak dimanfaatkan secara maksimal, salah satunya Natuna. Kita berharap, dengan adanya perkebunan inti rakyat ini, perekonomian warga bisa meningkat dan lebih maju," pungkasnya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kunjungan kerja Komisi III DPR RI serap aspirasi terkait hukum di Kepri
01 August 2024 10:07 WIB, 2024
Arteria Dahlan: Polda Kepri lakukan pengamanan di Rempang sesuai prosedur
16 October 2023 17:27 WIB, 2023
Mahfud MD minta penyidikan transaksi Rp349 triliun di Kementerian Keuangan tidak dihalangi
29 March 2023 17:25 WIB, 2023