Natuna (Antara Kepri)-Hingga kini, pihak Sky Aviation belum merespon tututan yang di sampikan oleh pemerintah Kabupaten Natuna terkait pembatalan secara sepihak penerbangan antara Natuna-Pontianak dan sebaliknya. Padahal, Sky Aviation masih terhutang sisa subsidi seat senilai Rp258.644.750.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Natuna, Ilyas Sabli, ketika di temui usai meresmikan pelatihan tenaga pendamping kelompok bina keluarga di RM, Sisi Basisir Ranai, Senin.

"Ya, kami sudah disurati manajemen Sky melalui presiden direktur Krisman Tarigan terkait kepastian kapan mengembalikan uang sisa seat terbang, dan mereka mengatakan paling lama sebelum 30 April lalu, namun hingga kini belum juga ada tanggapan dan respon yang pasti," ungkap Ilyas Sabli.

Atas hal tersebut, ungkap Ilyas Sabli, pihaknya akan menyurati pihak Sky untuk kedua kalinya, agar pihak Sky segera melunasi hutang seat penerbangan tersebut.

"Sisa seat yang masih tersisa terhadap subsidi penerbangan antara Natuna- Pontianak adalah senilai Rp258.644.750. Kita akan menyurati untuk kedua kalinya, supaya pihak Sky segera mungkin agar melunasi hutangnya," kata Ilyas.

Walau masih belum tahu kapan waktunya pihak Sky akan melunasi tunggakan itu, namun dari Pemerintah Natuna sendiri belum akan membawanya kejalur hukum.

"Sampai saat ini, pemerintah Kabupaten Natuna belum berniat untuk membawa permasalahan ini ke jalur hukum. Kita akan coba dengan cara kekeluargaan, walau kita sampaikan surat resmi hingga tiga kali," ujarnya.
 
Seperti diketahui, Pemeritahan Kabupaten Natuna pada tahun ini, masih menyiapkan subsidi senilai Rp1 milyar untuk penerbangan Natuna - Pontianak dan sebaliknya.

"Pemerintah Natuna tetap mengusahakan penerbangan perintis dari Natuna ke Pontianak dan sebaliknya dengan subsidi, dikarenakan belum ada jalur Natuna-Pontianak yang dilalui oleh penerbangan lain setelah ditinggalkan oleh Sky," pungkas Ilyas. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir