PU: Pengerjaan Coastal Area II 60 Persen
Minggu, 17 Agustus 2014 16:14 WIB
Karimun (Antara Kepri) - Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menyatakan, pengerjaan megaproyek dengan sistem tahun jamak Coastal Area tahap kedua sudah rampung sekitar 60 persen.
"Seluruh item pekerjaan sudah mencapai 60 persen, dan kami optimistis selesai sesuai kontrak kerja," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Abu Bakar di Tanjung Balai Karimun.
Dia mengatakan, pekerjaan dalam Proyek Coastal Area II meliputi penimbunan dan pembuatan jalan dari Kampung Baru menuju Bandara Sei Bati Kecamatan Tebing, yang merupakan kelanjutan dari jalan yang dibangun Proyek Coastal Area tahap pertama.
"Pembangunan jalan itu tinggal pengaspalan," katanya. Sedangkan pengerjaan "sea wall" atau batu miring yang membentengi jalan dari hempasan gelombang (break water) dan "signed" atau tulisan "Karimun" di sisi pantai, tepatnya di depan Tugu MTQ, menurut dia juga hampir selesai.
"Tulisan 'Karimun' pada sisi darat juga sudah terpasang, tinggal yang mengarah ke laut. Kami berharap 'signed' ini bisa diresmikan pada HUT Kabupaten Karimun pada Oktober 2014," ujarnya.
Sekretaris Dinas PU Karimun, Yusrial Mahyudin dalam satu kesempatan mengatakan, teknis pengerjaan Proyek Coastal Area tahap kedua berbeda dibandingkan tahap pertama.
Proyek Coastal Area tahap dua, lanjutnya, dikerjakan dalam empat paket sedangkan proyek tahap pertama dalam satu paket.
Ia menjelaskan, paket pertama adalah penimbunan untuk pembuatan jalan. Kedua, pembangunan batu miring atau "sea wall". Ketiga, pembuatan "signed" atau tulisan "Karimun". Dan keempat, pembangunan jembatan di Leho, Kecamatan Tebing.
"Dengan pembagian empat paket itu, kami optimistis selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja yang berakhir Agustus 2014," kata Mahyudin.
Proyek Coastal Area kedua merupakan proyek tahun jamak yang dikerjakan PT Waskita Karya sejak Februari 2013 dengan anggaran sebesar Rp118,67 miliar.
Sedangkan Proyek Coastal Area tahap pertama meliputi penimbunan dan pembangunan jalan sepanjang lima kilometer, batu miring atau "sea wall", pembuatan panggung rakyat dengan total anggaran mencapai Rp172 miliar.
Pemkab Karimun memproyeksikan kawasan Coastal Area akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Karimun.
Sejak Proyek Coastal Area tahap pertama selesai, berbagai aktivitas perekonomian masyarakat bermunculan, mulai dari pusat jajanan, warung makan hingga satu hotel berbintang lengkap dengan pusat perbelanjaan yang sedang dalam tahap pembangunan. (Antara)
Editor: F.C Kuen
"Seluruh item pekerjaan sudah mencapai 60 persen, dan kami optimistis selesai sesuai kontrak kerja," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Abu Bakar di Tanjung Balai Karimun.
Dia mengatakan, pekerjaan dalam Proyek Coastal Area II meliputi penimbunan dan pembuatan jalan dari Kampung Baru menuju Bandara Sei Bati Kecamatan Tebing, yang merupakan kelanjutan dari jalan yang dibangun Proyek Coastal Area tahap pertama.
"Pembangunan jalan itu tinggal pengaspalan," katanya. Sedangkan pengerjaan "sea wall" atau batu miring yang membentengi jalan dari hempasan gelombang (break water) dan "signed" atau tulisan "Karimun" di sisi pantai, tepatnya di depan Tugu MTQ, menurut dia juga hampir selesai.
"Tulisan 'Karimun' pada sisi darat juga sudah terpasang, tinggal yang mengarah ke laut. Kami berharap 'signed' ini bisa diresmikan pada HUT Kabupaten Karimun pada Oktober 2014," ujarnya.
Sekretaris Dinas PU Karimun, Yusrial Mahyudin dalam satu kesempatan mengatakan, teknis pengerjaan Proyek Coastal Area tahap kedua berbeda dibandingkan tahap pertama.
Proyek Coastal Area tahap dua, lanjutnya, dikerjakan dalam empat paket sedangkan proyek tahap pertama dalam satu paket.
Ia menjelaskan, paket pertama adalah penimbunan untuk pembuatan jalan. Kedua, pembangunan batu miring atau "sea wall". Ketiga, pembuatan "signed" atau tulisan "Karimun". Dan keempat, pembangunan jembatan di Leho, Kecamatan Tebing.
"Dengan pembagian empat paket itu, kami optimistis selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja yang berakhir Agustus 2014," kata Mahyudin.
Proyek Coastal Area kedua merupakan proyek tahun jamak yang dikerjakan PT Waskita Karya sejak Februari 2013 dengan anggaran sebesar Rp118,67 miliar.
Sedangkan Proyek Coastal Area tahap pertama meliputi penimbunan dan pembangunan jalan sepanjang lima kilometer, batu miring atau "sea wall", pembuatan panggung rakyat dengan total anggaran mencapai Rp172 miliar.
Pemkab Karimun memproyeksikan kawasan Coastal Area akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Karimun.
Sejak Proyek Coastal Area tahap pertama selesai, berbagai aktivitas perekonomian masyarakat bermunculan, mulai dari pusat jajanan, warung makan hingga satu hotel berbintang lengkap dengan pusat perbelanjaan yang sedang dalam tahap pembangunan. (Antara)
Editor: F.C Kuen
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Capai 85 persen, Fly Over Sei Ladi masuk tahap pengerjaan struktur utama
16 November 2024 10:36 WIB, 2024
BP Batam-DIK lakukan pemeriksaan pengerjaan proyek Bandara Hang Nadim
04 November 2024 14:07 WIB, 2024
Progres Rempang Eco-City, pengerjaan rumah contoh masuk tahap penyelesaian
04 April 2024 20:17 WIB, 2024
Pengerjaan Masjid Agung Batam tetap berlanjut meski alat berat terjungkal
21 February 2024 17:57 WIB, 2024
Gubernur Ansar: Pengerjaan jalan Pulau Penyengat tuntas Desember 2023
10 September 2023 18:49 WIB, 2023
Gubernur Ansar: Pengerjaan jembatan Batam-Bintan di tahap survei kedalaman
30 June 2023 15:39 WIB, 2023
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
SPPG Polda Kepri pertahankan jumlah porsi dan nilai gizi MBG saat harga pangan naik
05 February 2026 10:48 WIB
Polres Karimun bagikan helm dan beri edukasi keselamatan saat berlalu lintas
04 February 2026 15:52 WIB
Siswa SD di bunuh diri soal buku Rp10 ribu, DPR: Alarm keras bagi perlindungan anak
04 February 2026 8:58 WIB