Batam (Antara Kepri) - Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA) Batam menyatakan pasokan solar bersubsidi untuk kapal feri penumpang sudah normal kembali setelah sempat terjadi kelangkaan.

"Saat ini khususnya dari Pelabuhan Domestik Batam, persediaan solar bersubsidi sudah normal. Tidak ada kendala, meski beberapa waktu sebelumnya sempat langka dan ada ancaman mogok berlayar," kata Sekretaris INSA Batam, Azhar di Batam, Rabu.

Ia memastikan kegiatan pelayaran akan berjalan normal setelah pasokan solar bersubsidi tersedia sehingga tidak akan terjadi mogok berlayar di Batam.

Azhar juga mengatakan seluruh pelayaran oleh perusahaan swasta dari Pelabuhan Domestik Sekupang Kota Batam menuju sejumlah pulau di Kepulauan Riau (Kepri), Riau dan Jambi hanya disubsidi dari harga bahan bakar minyak (BBM) itu.

"Tidak ada subsidi dari harga tiket. Subsidi pemerintah hanya dari BBM yang bersubsidi itu sehingga kasus dicabutnya subsidi tiket kapal dari Tanjungpinang ke Anambas tidak akan terjadi di Batam," katanya.

Mengenai rencana kenaikan harga BBM bersubsidi yang gencar diberitakan, Azhar mengatakan tidak berdampak pada kenaikan tarif pelayaran.

"Semua masih normal. Solar normal, tiket juga normal. Kalau ada kenaikan, itu pasti akan melalui mekanisme pembahasan berbagai pihak," kata dia.

Syahbandar Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Erwin Syafrizal mengatakan persediaan solar bersubsidi untuk feri dari Batam ke Tanjungpinang dan sekitarnya juga normal.

"Sejauh ini tidak ada masalah dengan pasokan solar. Semua lancar seperti biasa," kata dia.

Ia mengatakan seluruh kapal feri masih berjalan lancar seperti saat tidak terjadi pembatasan penyaluran BBM bersubsidi.

Pengusaha angkutan feri rute internasional Batam-Malaysia, Khairul Saleh mengatakan harga BBM di Malaysia lebih rendah dibanding harga BBM nonsubsidi di Indonesia.

"Kami memilih beli minyak di Malaysia. Harganya lebih murah, kualitasnya juga lebih bagus," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto