Nelayan Vietnam Buru Nelayan Kepri
Kamis, 8 Januari 2015 23:56 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Aksi illegal fishing yang umumnya dilakukan oleh warga negara Thailand di perairan Kepri semakin ganas, karena selain mencuri ikan, pelaku illegal fishing semakin berani menjarah dan memburu nelayan tradisional di perairan Kepri.
"Mereka semakin berani beroperasi sampai ke perairan teritorial Indonesia, bahkan prilaku mereka semakin ganas hingga berani melakukan tindakan-tindakan kriminal di laut kepada nelayan tradisional Kepri," kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kepri, Eddywan, Kamis.
Seperti, merusak kapal nelayan dan memburu nelayan tradisonal Kepri yang mereka temui saat beroperasi di kawasan teritorial Kepri.
Pelaku yang umumnya, berkebangsaan Thailand tersebut sambung Eddywan, juga mencuri hasil bubu nelayan serta merusak karang dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang.
"Mereka pun sudah terlebih dulu mempersenjatai dirinya untuk bertindak kriminal di perairan Indonesia," ucapnya.
Hal ini, kata Eddywan, menimbulkan ketakutan nelayan tradisional Kepri untuk melaut, karena pelaku illegal fishing tersebut memberikan teror kepada nelayan tradisional.
Anehnya lagi, kata Eddywan, pelaku illegal fishing selalu berada di area-area tertentu yang paling sering dijumpai.
"Indikasinya, mereka tidak hanya mencuri ikan, tetapi juga mengambil kekayaan alam laut di titik lokasi tersebut," tegas Eddywan.
Seringnya pelaku illegal fishing ditemukan di lokasi tersebut tambah Eddywan karena mereka lebih banyak berada di laut dengan sarana yang lebih lengkap.
"Sementara kita, tidak. Jadi, inilah yang akan kita tindak lanjuti, dan tahap awal, kita sudah menentukan 5 titik di perairan Kepri yang paling sering di datangi para pelaku illegal fishing tersebut," ucapnya.
Untuk itu, pihaknya mengharapkan komitmen seluruh SKPD serta yang memiliki kepentingan di laut Kepri untuk menegakkan aturan yang ada di Indonesia.
"Mereka juga harus menggunakan sarana dan prasarana yang direkomendasi dan dalam memanfaatkan sumberdaya laut yang ada, mereka juga harus menjaganya dan mengawasi orang lain yang memanfaatkan mereka," papar Eddywan.
Seperti yang disampaikan Kepala Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bintan, Baini, bahwa beberapa nelayan yang berdomisili di Bintan pernah menjadi korban pengejaran nelayan asing pelaku illegal fishing di perairan Anambas.
"Sehingga nelayan kita terancam oleh kahadiran nelayan asing, karena mereka tidak segan-segan mengejar nelayan kita," ucap Baini. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
"Mereka semakin berani beroperasi sampai ke perairan teritorial Indonesia, bahkan prilaku mereka semakin ganas hingga berani melakukan tindakan-tindakan kriminal di laut kepada nelayan tradisional Kepri," kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kepri, Eddywan, Kamis.
Seperti, merusak kapal nelayan dan memburu nelayan tradisonal Kepri yang mereka temui saat beroperasi di kawasan teritorial Kepri.
Pelaku yang umumnya, berkebangsaan Thailand tersebut sambung Eddywan, juga mencuri hasil bubu nelayan serta merusak karang dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang.
"Mereka pun sudah terlebih dulu mempersenjatai dirinya untuk bertindak kriminal di perairan Indonesia," ucapnya.
Hal ini, kata Eddywan, menimbulkan ketakutan nelayan tradisional Kepri untuk melaut, karena pelaku illegal fishing tersebut memberikan teror kepada nelayan tradisional.
Anehnya lagi, kata Eddywan, pelaku illegal fishing selalu berada di area-area tertentu yang paling sering dijumpai.
"Indikasinya, mereka tidak hanya mencuri ikan, tetapi juga mengambil kekayaan alam laut di titik lokasi tersebut," tegas Eddywan.
Seringnya pelaku illegal fishing ditemukan di lokasi tersebut tambah Eddywan karena mereka lebih banyak berada di laut dengan sarana yang lebih lengkap.
"Sementara kita, tidak. Jadi, inilah yang akan kita tindak lanjuti, dan tahap awal, kita sudah menentukan 5 titik di perairan Kepri yang paling sering di datangi para pelaku illegal fishing tersebut," ucapnya.
Untuk itu, pihaknya mengharapkan komitmen seluruh SKPD serta yang memiliki kepentingan di laut Kepri untuk menegakkan aturan yang ada di Indonesia.
"Mereka juga harus menggunakan sarana dan prasarana yang direkomendasi dan dalam memanfaatkan sumberdaya laut yang ada, mereka juga harus menjaganya dan mengawasi orang lain yang memanfaatkan mereka," papar Eddywan.
Seperti yang disampaikan Kepala Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bintan, Baini, bahwa beberapa nelayan yang berdomisili di Bintan pernah menjadi korban pengejaran nelayan asing pelaku illegal fishing di perairan Anambas.
"Sehingga nelayan kita terancam oleh kahadiran nelayan asing, karena mereka tidak segan-segan mengejar nelayan kita," ucap Baini. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Batam siapkan Rp3,7 miliar pengadaan alat tangkap bagi 210 nelayan
04 September 2026 15:41 WIB
BPPD koordinasi dengan KJRI soal nelayan asal kepri yang ditahan di Malaysia
03 August 2026 10:13 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polres Karimun perkuat peran bhabinkamtibmas dalam mencegah kasus bunuh diri
12 September 2026 17:56 WIB
KPK panggil 2 pihak swasta dan seorang IRT terkait kasus pemerasan izin tinggal WNA
11 September 2026 15:32 WIB
KPK respons permintaan pihak Gus Alex untuk hadirkan Jokowi dalam sidang kasus kuota haji
11 September 2026 11:16 WIB