DPC PPP Se-Indonesia Desak KMP KIH Dibubarkan
Senin, 12 Januari 2015 16:03 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Forum Komunikasi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan se-Indonesia mendesak DPR membubarkan Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat (KMP-KIH).
"KMP dan KIH itu sumber konflik, karena itu harus dibubarkan. Perpecahan di DPR yang membentuk dua koalisi itu harus dihentikan," kata Sekretaris Forum Komunikasi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan se-Indonesia Syaiful di Tanjungpinang, Senin.
Dia mengatakan konflik di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) salah satunya juga disebabkan KMP dan KIH. Ketua Umum PPP versi Muktamar VIII di Jakarta Djan Faridz masuk ke KMP, sedangkan Ketua Umum PPP versi Muktamar VIII di Surabaya Romahurmuziy masuk ke KIH.
"Jika KMP dan KIH dibubarkan tidak ada lagi kelompok-kelompok, yang ada DPR. DPR harus menjalankan fungsinya secara maksimal, kasihan rakyat menerima imbas negatif dari koalisi di DPR," ujarnya yang juga Ketua DPC PPP Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).
Syaiful mengungkapkan konflik di PPP berdampak negatif bagi beberapa kepengurusan daerah. Beberapa kader PPP di daerah dipecat karena memihak pada salah satu pemimpin.
"Untung saja konflik di pusat itu tidak mempengaruhi Kepri," ucapnya.
Menurut dia, konflik kepemimpinan di PPP sulit diakhiri jika kedua pemimpin masih ngotot menjadi ketua umum. Meski Djan Faridz dan Romahurmuziy menginginkan islah, tetapi keinginan itu tidak akan tercapai karena kedua politikus itu ingin menjadi ketua umum.
Jalan satu-satunya yang harus ditempuh untuk kepentingan partai, kata dia PPP harus mengadakan muktamar islah. Kedua politikus itu harus melepaskan jabatannya, dan bertarung pada muktamar islah.
Muktamar harus dilakukan secara adil dan terbuka. Hasil dari muktamar itu juga harus diterima oleh Djan Faridz dan Romahurmuziy.
"DPC PPP se-Indonesia menginginkan tidak terjadi dualisme kepemimpinan di PPP. Jika ingin PPP damai dan melaksanakan fungsinya dengan baik, maka harus diakhirnya dualisme kepemimpinan di PPP," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"KMP dan KIH itu sumber konflik, karena itu harus dibubarkan. Perpecahan di DPR yang membentuk dua koalisi itu harus dihentikan," kata Sekretaris Forum Komunikasi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan se-Indonesia Syaiful di Tanjungpinang, Senin.
Dia mengatakan konflik di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) salah satunya juga disebabkan KMP dan KIH. Ketua Umum PPP versi Muktamar VIII di Jakarta Djan Faridz masuk ke KMP, sedangkan Ketua Umum PPP versi Muktamar VIII di Surabaya Romahurmuziy masuk ke KIH.
"Jika KMP dan KIH dibubarkan tidak ada lagi kelompok-kelompok, yang ada DPR. DPR harus menjalankan fungsinya secara maksimal, kasihan rakyat menerima imbas negatif dari koalisi di DPR," ujarnya yang juga Ketua DPC PPP Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).
Syaiful mengungkapkan konflik di PPP berdampak negatif bagi beberapa kepengurusan daerah. Beberapa kader PPP di daerah dipecat karena memihak pada salah satu pemimpin.
"Untung saja konflik di pusat itu tidak mempengaruhi Kepri," ucapnya.
Menurut dia, konflik kepemimpinan di PPP sulit diakhiri jika kedua pemimpin masih ngotot menjadi ketua umum. Meski Djan Faridz dan Romahurmuziy menginginkan islah, tetapi keinginan itu tidak akan tercapai karena kedua politikus itu ingin menjadi ketua umum.
Jalan satu-satunya yang harus ditempuh untuk kepentingan partai, kata dia PPP harus mengadakan muktamar islah. Kedua politikus itu harus melepaskan jabatannya, dan bertarung pada muktamar islah.
Muktamar harus dilakukan secara adil dan terbuka. Hasil dari muktamar itu juga harus diterima oleh Djan Faridz dan Romahurmuziy.
"DPC PPP se-Indonesia menginginkan tidak terjadi dualisme kepemimpinan di PPP. Jika ingin PPP damai dan melaksanakan fungsinya dengan baik, maka harus diakhirnya dualisme kepemimpinan di PPP," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelindo Tanjungpinang layani 221.466 penumpang selama Natal dan Tahun baru
24 January 2026 18:19 WIB
Maskapai Garuda dikabarkan berhenti beroperasi di Bandara RHF Tanjungpinang
24 January 2026 5:01 WIB
Basarnas dan Kedubes Inggris perkuat kerja sama penanganan darurat WNA di Pulau Bintan
20 January 2026 19:13 WIB
Tim SAR gabungan cari pekerja yang hilang terseret arus di perairan Pulau Poto
20 January 2026 13:52 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB