Pemasaran Produk UKM Batam Terkendala Kemasan
Jumat, 13 Februari 2015 17:01 WIB
Batam (Antara Kepri) - Pemasaran produk penganan pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Batam, Kepulauan Riau, masih terkendala kemasan yang kurang baik, sehingga tidak dapat bersaing dengan barang sejenis buatan perusahaan besar.
"UKM kita masih terkendala kemasan, ini harus dilakukan pembenahan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Batam Pebrialin di Batam, Jumat.
UKM, terutama yang bergerak di bidang penganan, masih mengemas produksinya dengan sederhana yaitu dibungkus plastik dan secarik kertas bertuliskan merek dengan ukuran kecil, sehingga kurang menarik perhatian konsumen.
Padahal, produk yang dihasilkan UKM di Batam tidak kalah dengan produksi perusahaan besar, namun selalu kalah dari aspek penjualan besar.
Ia mencontohkan, di toko pusat oleh-oleh Batam, penganan impor dengan kemasan bagus yang menampilkan gambar Jembatan Barelang lebih menarik wisatasan ketimbang penganan produksi UKM yang hanya dikemas menggunakan plastik ditempel kertas merek.
Pemkot Batam, kata dia, terus berupaya mengajak pelaku UKM untuk memperbaiki kemasan produksi.
"Kami berkoordinasi Disperindag, sesuai dengan arahan Menteri untuk membentuk rumah kemasan," kata dia.
Menurut Pebrialin, sulitnya memperbaiki kemasan produksi UKM karena biaya yang dibutuhkan besar.
"Membeli kemasan itu harus dalam jumlah banyak agar lebih hemat. Sementara mereka tidak memiliki modal besar, jadi hanya bisa beli sedikit, sesuai dengan produksi. Dan kalau mencetak sedikit, harganya jadi sangat mahal," kata Pebrialin.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Investasi dan Perdagangan, John Kennedy mengatakan salah satu kelemahan produk UKM saat bersaing dengan produksi luar negeri adalah kemasan.
Kadin Indonesia versi Rizal Ramli berencana memperbaiki masalah pengemasan dan pengawetan yang dialami UKM agar bisa bersaing dengan produk luar negeri.
"Penguatan yang perlu dilakukan masih klasik, 'packaging' dan pengawetan belum konkrit pada UKM," kata John, mantan Ketua Kadin Provinsi Kepri. (Antara)
Editor: Rusdianto
"UKM kita masih terkendala kemasan, ini harus dilakukan pembenahan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Batam Pebrialin di Batam, Jumat.
UKM, terutama yang bergerak di bidang penganan, masih mengemas produksinya dengan sederhana yaitu dibungkus plastik dan secarik kertas bertuliskan merek dengan ukuran kecil, sehingga kurang menarik perhatian konsumen.
Padahal, produk yang dihasilkan UKM di Batam tidak kalah dengan produksi perusahaan besar, namun selalu kalah dari aspek penjualan besar.
Ia mencontohkan, di toko pusat oleh-oleh Batam, penganan impor dengan kemasan bagus yang menampilkan gambar Jembatan Barelang lebih menarik wisatasan ketimbang penganan produksi UKM yang hanya dikemas menggunakan plastik ditempel kertas merek.
Pemkot Batam, kata dia, terus berupaya mengajak pelaku UKM untuk memperbaiki kemasan produksi.
"Kami berkoordinasi Disperindag, sesuai dengan arahan Menteri untuk membentuk rumah kemasan," kata dia.
Menurut Pebrialin, sulitnya memperbaiki kemasan produksi UKM karena biaya yang dibutuhkan besar.
"Membeli kemasan itu harus dalam jumlah banyak agar lebih hemat. Sementara mereka tidak memiliki modal besar, jadi hanya bisa beli sedikit, sesuai dengan produksi. Dan kalau mencetak sedikit, harganya jadi sangat mahal," kata Pebrialin.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Investasi dan Perdagangan, John Kennedy mengatakan salah satu kelemahan produk UKM saat bersaing dengan produksi luar negeri adalah kemasan.
Kadin Indonesia versi Rizal Ramli berencana memperbaiki masalah pengemasan dan pengawetan yang dialami UKM agar bisa bersaing dengan produk luar negeri.
"Penguatan yang perlu dilakukan masih klasik, 'packaging' dan pengawetan belum konkrit pada UKM," kata John, mantan Ketua Kadin Provinsi Kepri. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna upaya tingkatkan kunjungan wisata lewat KK Sosek Malindo
25 November 2024 16:12 WIB, 2024
Pemkab Natuna gelar pelatihan pemasaran digital untuk penggiat wisata
28 August 2024 17:18 WIB, 2024
Pemkab Natuna beri pelatihan mengenai pemasaran digital untuk pelaku IKM
10 November 2023 12:49 WIB, 2023