Empat Partai Dekati Ria Saptarika
Senin, 2 Maret 2015 17:33 WIB
Batam (Antara Kepri) - Sedikitnya empat partai mendekati anggota DPD RI, Ria Saptarika, untuk mengusungnya dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Batam Kepulauan Riau 2015.
"Sudah ada komunikasi dengan beberapa partai. Justru saya komunikasi dengan PKB, Partai Gerindra, Nasdem, Demokrat juga," kata Ria Saptarika usai reses di Batam, Senin.
Namun sampai saat ini Ria belum memutuskan akan menggandeng partai apa dalam Pilkda serentak nanti. Ia mengatakan masih melihat peluang yang ada.
Meski begitu, ia mengatakan siap digandeng dengan partai apa pun, begitu pula dengan pasangannya kelak.
Ia memastikan diri tidak akan menyalonkan diri dari jalur independen, karena menurut dia aturan KPU untuk calon jalur non partai belum jelas.
Mantan kader Partai Keadilan Sejahtera itu juga tidak menutup kemungkinan maju sebagai wakil wali kota.
"Saya yang tidak punya partai tentu mengukur," kata mantan wakil wali kota Batam 2006-2011 itu.
"Saya memang mengedepankan kalkulasi politik dan menang, mana potensi kemenangan yang besar. Walaupun pilihan pertama nomor 1, kalau kalkulasi tidak bisa, maka sya tidak memaksakan diri, saya tidak punya partai," kata pria yang kalah dalam Pilkada Batam 2011.
Terpisah, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Udin P Sihaloho mengatakan siap maju menjadi pendamping Ria Saptarika.
"Saya siap menjadi calon wakil wali kota bila berpasangan dengan Ria Saptarika," kata dia.
Meski tidak mengenal sosok Ria Saptarika secara pribadi, namun Udin mengaku cocok dengan Ria.
Sebelumnya, Ketua PDIP Kepri Soerya Respationo mengatakan dari beberapa nama kader partai yang mengemuka di masyarakat yaitu Rekaveny, Nuryanto, Udin P Sihaloho dan Jumaga Nadeak, hanya Udin yang memungkinkan untuk dicalonkan.
Nama Rekaveny dicoret karena Soerya tidak ingin terkesan nepotisme dengan mengajukan istrinya sendiri. Sedang Nuryanto dan Jumaga Nadeak tidak mungkin dicalonkan karena memang ditempatkan oleh partai sebagai Ketua DPRD Batam dan Ketua DPRD Kepri. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Sudah ada komunikasi dengan beberapa partai. Justru saya komunikasi dengan PKB, Partai Gerindra, Nasdem, Demokrat juga," kata Ria Saptarika usai reses di Batam, Senin.
Namun sampai saat ini Ria belum memutuskan akan menggandeng partai apa dalam Pilkda serentak nanti. Ia mengatakan masih melihat peluang yang ada.
Meski begitu, ia mengatakan siap digandeng dengan partai apa pun, begitu pula dengan pasangannya kelak.
Ia memastikan diri tidak akan menyalonkan diri dari jalur independen, karena menurut dia aturan KPU untuk calon jalur non partai belum jelas.
Mantan kader Partai Keadilan Sejahtera itu juga tidak menutup kemungkinan maju sebagai wakil wali kota.
"Saya yang tidak punya partai tentu mengukur," kata mantan wakil wali kota Batam 2006-2011 itu.
"Saya memang mengedepankan kalkulasi politik dan menang, mana potensi kemenangan yang besar. Walaupun pilihan pertama nomor 1, kalau kalkulasi tidak bisa, maka sya tidak memaksakan diri, saya tidak punya partai," kata pria yang kalah dalam Pilkada Batam 2011.
Terpisah, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Udin P Sihaloho mengatakan siap maju menjadi pendamping Ria Saptarika.
"Saya siap menjadi calon wakil wali kota bila berpasangan dengan Ria Saptarika," kata dia.
Meski tidak mengenal sosok Ria Saptarika secara pribadi, namun Udin mengaku cocok dengan Ria.
Sebelumnya, Ketua PDIP Kepri Soerya Respationo mengatakan dari beberapa nama kader partai yang mengemuka di masyarakat yaitu Rekaveny, Nuryanto, Udin P Sihaloho dan Jumaga Nadeak, hanya Udin yang memungkinkan untuk dicalonkan.
Nama Rekaveny dicoret karena Soerya tidak ingin terkesan nepotisme dengan mengajukan istrinya sendiri. Sedang Nuryanto dan Jumaga Nadeak tidak mungkin dicalonkan karena memang ditempatkan oleh partai sebagai Ketua DPRD Batam dan Ketua DPRD Kepri. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo diapit petinggi PKS yang bersyal Palestina saat hadiri Munas VI PKS
29 September 2025 12:03 WIB
KPU Kepri sebut lima parpol bisa ajukan calon kepala daerah tanpa koalisi
27 August 2024 8:34 WIB, 2024
PKS sebut duet Anies-Sohibul di pilkada Jakarta 2024 sudah kedaluwarsa
10 August 2024 15:57 WIB, 2024
PKS serahkan rekomendasi dukungan kepada Rudi-Aunur Rafiq di Pilkada Kepri
10 August 2024 12:10 WIB, 2024
PKS buka opsi meninggalkan Anies, PDI Perjuangan: Kehidupan demokrasi tak sehat
08 August 2024 19:26 WIB, 2024
PKS buka opsi tinggalkan Anies dan bergabung ke KIM usung Ridwan Kamil
08 August 2024 13:55 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Krisis minyak, Pemerintah Filipina akan bahas pengiriman minyak lewat Selat Hormuz dengan Iran
01 April 2026 16:32 WIB
Tiga prajurit TNI gugur, RI tuntut PBB selidiki serangan Israel di Lebanon Selatan
01 April 2026 8:32 WIB