Tanjungpinang (Antara Kepri) - Tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang mencapai Rp13ribu per dolar Amerika, tidak memengaruhi harga sayur impor Singapura di Tanjungpinang.
"Seperti wortel masih dijual seharga Rp12.000," kata pedagang sayuran di Pasar Kota Lama, Linda, Jumat.
Eka yang juga pedagang sayuran impor menyatakan hal serupa, bahwa melemahnya rupiah tidak memengaruhi harga barang impor yang masuk di Tanjungpinang.
"Seperti bunga kol dalam sepekan ini harganya masih Rp18 ribu per kilo, termasuk wortel yang sampai saat ini harga jual masih Rp12.000 dengan modal Rp10 ribu per kilonya," papar Eka.
Kondisi yang sama juga dialami komoditas daging impor Australia yang masih dijual seharga Rp83 ribu per kilo nya.
"Mungkin karena masih stok lama sehingga harga daging impor tidak mengalami perubahan," ujar pedangan daging, Iwan.
Hanya saja, yang menjadi keluhan para pedagang daging di Tanjungpinang ini menurut Iwan, pasokan daging untuk saat ini tidak lagi dari Singapura, melainkan dari Jakarta.
"Dulu itu, daging impor Australia di kirim ke Singapura lalu dari Singapura masuk ke Tanjungpinang. Sekarang, daging impor Australia dikirim ke Jakarta, kemudian dari Jakarta di pasokan ke Tanjungpinang, " paparnya.
Hal ini kata Iwan, membuat para pedagang sedikit kesulitan dan khawatir biaya yang dikeluarkan lebih besar, karena jarak dari Jakarta lebih jauh ke Kepri, dari pada dari Singapura ke Kepri.
Sementara untuk harga daging sapi lokal kata Iwan justru lebih mahal, capai Rp125 ribu per kilo. (Antara)
Editor: Rusdianto
Rupiah Melemah Harga Sayuran Singapura Normal
Jumat, 6 Maret 2015 22:25 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nilai tukar rupiah Kamis pagi ini bergerak melemah jadi Rp17.915 per dolar AS
01 October 2026 9:39 WIB
Rp17.847 per dolar AS, Rupiah melemah dipengaruhi ketegangan geopolitik di Asia Barat
21 September 2026 16:24 WIB
BI bersama TNI AL penuhi kebutuhan uang rupiah layak edar di wilayah 3T Kepri
02 July 2026 12:12 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
BP Batam: Investasi data center pesat perlu persiapan pasokan energi dan air dari hulu
01 October 2026 14:22 WIB