Galangan Kapal Batam Belum Terima Pesanan BUMN
Jumat, 14 Agustus 2015 20:21 WIB
Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan Batam menyatakan galangan kapal belum mendapatkan pesanan dari BUMN meski Presiden Joko Widodo ketika berkunjung 20 Juni 2015 menginstruksikan perusahaan milik pemerintah agar memesan kapal buatan dalam negeri.
"Hingga saat ini belum ada BUMN atau lembaga pemerintah lain yang memesan kapal pada galangan di Batam seperti diinstruksikan Presiden," kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono di Batam, Jumat.
Meskipun demikian ia tetap optimistis seluruh lembaga pemerintah dan BUMN akan memesan kapal di Batam sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo mengingat kemampuan galangan di Batam dalam membuat berbagai jenis kapal sudah sangat teruji.
"Kami tetap optimis akan banyak pesanan pembuatan kapal di Batam sehingga akan mendorong perusahaan-perusahaan yang ada untuk kembali beroperasi maksiamal," kata dia.
Selain itu, Purnomo juga mengatakan baru mendapatkan kabar langsung dari Kementerian Ekonomi akan ada yang datang untuk meminta spesifikasi kapal-kapal yang bisa dibuat di Batam.
Ia mengatakan, industri perkapalan di Batam saat ini masih sepi pesanan. Salah satu penyebabnya adalah Undang-Undang Minerba yang melarang ekspor hasil tambang dalam kondisi mentah.
"Sejauh ini (galangan) yang menyatakan tutup belum ada. Namun diakui banyak yang sepi pesanan. Bahkan ada pesanan yang sudah dibuat namun dibatalkan oleh pemesan akibat kondisi perekonomian yang terjadi saat ini," katanya.
Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Batam menginstruksikan kementerian di Kabinet Kerja untuk memesan kapal di Batam. Perintah atau arahan tersebut juga berlaku untuk BUMN. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Hingga saat ini belum ada BUMN atau lembaga pemerintah lain yang memesan kapal pada galangan di Batam seperti diinstruksikan Presiden," kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono di Batam, Jumat.
Meskipun demikian ia tetap optimistis seluruh lembaga pemerintah dan BUMN akan memesan kapal di Batam sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo mengingat kemampuan galangan di Batam dalam membuat berbagai jenis kapal sudah sangat teruji.
"Kami tetap optimis akan banyak pesanan pembuatan kapal di Batam sehingga akan mendorong perusahaan-perusahaan yang ada untuk kembali beroperasi maksiamal," kata dia.
Selain itu, Purnomo juga mengatakan baru mendapatkan kabar langsung dari Kementerian Ekonomi akan ada yang datang untuk meminta spesifikasi kapal-kapal yang bisa dibuat di Batam.
Ia mengatakan, industri perkapalan di Batam saat ini masih sepi pesanan. Salah satu penyebabnya adalah Undang-Undang Minerba yang melarang ekspor hasil tambang dalam kondisi mentah.
"Sejauh ini (galangan) yang menyatakan tutup belum ada. Namun diakui banyak yang sepi pesanan. Bahkan ada pesanan yang sudah dibuat namun dibatalkan oleh pemesan akibat kondisi perekonomian yang terjadi saat ini," katanya.
Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Batam menginstruksikan kementerian di Kabinet Kerja untuk memesan kapal di Batam. Perintah atau arahan tersebut juga berlaku untuk BUMN. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polresta Barelang limpahkan berkas kasus kecelakaan kerja PT ASL ke kejaksaan
24 January 2026 8:28 WIB
Terpopuler - Info BP Batam
Lihat Juga
Pemda DIY apresiasi partisipasi BP Batam di pameran Jogja TCTI 2021
28 November 2021 10:03 WIB, 2021
BP Batam sosialisasikan pengembangan infrastruktur kawasan dan destinasi wisata di Bogor
24 October 2021 11:23 WIB, 2021