Umrah Perkuat Bahasa Asing Hadapi MEA
Minggu, 18 Oktober 2015 10:05 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang memperkuat kemampuan berbahasa asing untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
"Karena yang paling dekat kaitannya dengan MEA itu adalah bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi, maka dari itu kami memperkuat bahasa, seperti bahasa Inggris dan lainnya," kata Rektor Umrah Tanjungpinang, Syafsir Akhlus.
Di sisi lain, Umrah memperkuat kompetensi generasi muda, sehingga setara dan mampu berkompetisi dengan generasi muda dari negara lain yang masuk melalui MEA tersebut.
"Minimal, peluang di MEA itu tidak direbut oleh orang luar dalam kompetisi itu nanti," ucapnya.
Setelah, bahasa dan kompetensi, pihaknya memperkuat pencirian, sehingga dimanapun mahasiswa ataupun alumni Umrah berada, cirinya terlihat dari wawasan maritim yang dimiliki oleh Umrah.
Menurut Akhlus, keberadaan Umrah di Kepri khususnya Tanjungpinang dilihat dari fungsinya sebagai institusi dan fungsi sebagai konten atau isinya.
Sebagai pengelola, Akhlus pertama kali menyiapkan Umrah dalam konteks institusi, dengan hasil adalah hubungan kerjasama yang tidak hanya setakat MoU, melainkan secara intens dalam membentuk program institusi dengan Thailand, Malaysia dan Singapura.
"Dengan tujuan lain, untuk meningkatkan daya tawar menawar Kepri di mata internasional yang saat ini berjalan dengan baik," ucapnya.
Meskipun SDM yang ada masih lemah, dikarenakan dalam upaya peningkatannya Umrah juga memiliki keterbatasan. Oleh sebab itu, pihaknya berencana untuk mendatangkan tenaga pengajar yang lebih berkompeten dari luar.
"Memang masih belum didatangkan, karena saya harus mengukur dulu kemampuan yang ada, setelah terukur barulah kami memasukkan tenaga pengajar tersebut," paparnya.
Pengukuran kemampuan itu bertujuan, agar jangan sampai tenaga pengajar yang berkompeten tersebut hanya sekedar datang.
"Dari sisi mahasiwa, tentu kami lebih dulu mengajak dosen untuk menjadi lebih baik. Dan saat ini saya yakin, dosen yang ada di Umrah sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Rektor.
Dari upaya yang dilakukannya, Akhlus optimis Umrah akan mampu bersaing dengan bangsa lainnya di dalam era MEA. (Antara)
Editor: Evy R.Syamsir
"Karena yang paling dekat kaitannya dengan MEA itu adalah bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi, maka dari itu kami memperkuat bahasa, seperti bahasa Inggris dan lainnya," kata Rektor Umrah Tanjungpinang, Syafsir Akhlus.
Di sisi lain, Umrah memperkuat kompetensi generasi muda, sehingga setara dan mampu berkompetisi dengan generasi muda dari negara lain yang masuk melalui MEA tersebut.
"Minimal, peluang di MEA itu tidak direbut oleh orang luar dalam kompetisi itu nanti," ucapnya.
Setelah, bahasa dan kompetensi, pihaknya memperkuat pencirian, sehingga dimanapun mahasiswa ataupun alumni Umrah berada, cirinya terlihat dari wawasan maritim yang dimiliki oleh Umrah.
Menurut Akhlus, keberadaan Umrah di Kepri khususnya Tanjungpinang dilihat dari fungsinya sebagai institusi dan fungsi sebagai konten atau isinya.
Sebagai pengelola, Akhlus pertama kali menyiapkan Umrah dalam konteks institusi, dengan hasil adalah hubungan kerjasama yang tidak hanya setakat MoU, melainkan secara intens dalam membentuk program institusi dengan Thailand, Malaysia dan Singapura.
"Dengan tujuan lain, untuk meningkatkan daya tawar menawar Kepri di mata internasional yang saat ini berjalan dengan baik," ucapnya.
Meskipun SDM yang ada masih lemah, dikarenakan dalam upaya peningkatannya Umrah juga memiliki keterbatasan. Oleh sebab itu, pihaknya berencana untuk mendatangkan tenaga pengajar yang lebih berkompeten dari luar.
"Memang masih belum didatangkan, karena saya harus mengukur dulu kemampuan yang ada, setelah terukur barulah kami memasukkan tenaga pengajar tersebut," paparnya.
Pengukuran kemampuan itu bertujuan, agar jangan sampai tenaga pengajar yang berkompeten tersebut hanya sekedar datang.
"Dari sisi mahasiwa, tentu kami lebih dulu mengajak dosen untuk menjadi lebih baik. Dan saat ini saya yakin, dosen yang ada di Umrah sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Rektor.
Dari upaya yang dilakukannya, Akhlus optimis Umrah akan mampu bersaing dengan bangsa lainnya di dalam era MEA. (Antara)
Editor: Evy R.Syamsir
Pewarta : Saud MC
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMRAH: Taman penelitian energi terbarukan perkuat riset dan inovasi di Kepri
02 September 2025 18:34 WIB
Gubernur Ansar ajak generasi muda di Natuna untuk kuasai bahasa asing
13 September 2024 17:47 WIB, 2024
Bahasa Indonesia masih "terjajah" oleh bahasa asing di ruang publik
28 December 2022 14:55 WIB, 2022
Gubernur Kepri janji siapkan anggaran untuk jurnalis kursus bahasa asing
02 March 2022 12:41 WIB, 2022