WALHI Dorong Pembentukan Partai Hijau
Sabtu, 7 November 2015 18:00 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) mendorong pembentukan Partai Hijau di Indonesia agar dapat mempengaruhi kebijakan di pemerintahan.
Ketua Dewan Nasional WALHI Dadang Sudardja, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu, mengatakan, pendirian partai berbasis lingkungan itu bukan hanya sekadar wacana, melainkan diperjuangkan agar terealisasi.
"Saat ini masih memenuhi persyaratan administrasi pendirian partai baru," katanya seusai menjadi pembicara kuliah umum tentang lingkungan di Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.
Dadang menegaskan WALHI bersama Syarikat Hijau Indonesia serius merealisasikan keinginan itu. Syarikat Hijau Indonesia telah mendeklarasi pembentukan Partai Hijau di Bandung.
Deklarasi itu merupakan tindak lanjut dari keinginan WALHI untuk membentuk sayap politik agar dapat mempengaruhi kebijakan di lembaga legislatif.
"Sebelum deklarasi pembentukan Partai Hijau, pertemuan WALHI di Mataram menginisiasi pembentukan partai," ujarnya.
Dadang mengatakan banyak pihak mendukung pembentukan Partai Hijau. Karena itu, dia merasa optimistis partai baru ini akan menjadi salah satu partai pilihan masyarakat, yang ikut sebagai peserta Pemilu 2019.
"Partai ini sebagai alat yang penting dalam mempengaruhi kebijakan. Tentunya, kebijakan yang mendukung kelestarian lingkungan, sebagai sumber kehidupan bangsa Indonesia," katanya.
Dia menyadari secara umum partai berbasis lingkungan di negara maju kurang berkembang. Namun di Jerman, partai berbasis lingkungan ini cukup eksis.
"Kami yakin partai ini akan besar. Banyak persoalan lingkungan yang harus diselesaikan. Kami harus masuk di pemerintahan untuk mendorong penyelesaian permasalahan itu," ucapnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Ketua Dewan Nasional WALHI Dadang Sudardja, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu, mengatakan, pendirian partai berbasis lingkungan itu bukan hanya sekadar wacana, melainkan diperjuangkan agar terealisasi.
"Saat ini masih memenuhi persyaratan administrasi pendirian partai baru," katanya seusai menjadi pembicara kuliah umum tentang lingkungan di Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.
Dadang menegaskan WALHI bersama Syarikat Hijau Indonesia serius merealisasikan keinginan itu. Syarikat Hijau Indonesia telah mendeklarasi pembentukan Partai Hijau di Bandung.
Deklarasi itu merupakan tindak lanjut dari keinginan WALHI untuk membentuk sayap politik agar dapat mempengaruhi kebijakan di lembaga legislatif.
"Sebelum deklarasi pembentukan Partai Hijau, pertemuan WALHI di Mataram menginisiasi pembentukan partai," ujarnya.
Dadang mengatakan banyak pihak mendukung pembentukan Partai Hijau. Karena itu, dia merasa optimistis partai baru ini akan menjadi salah satu partai pilihan masyarakat, yang ikut sebagai peserta Pemilu 2019.
"Partai ini sebagai alat yang penting dalam mempengaruhi kebijakan. Tentunya, kebijakan yang mendukung kelestarian lingkungan, sebagai sumber kehidupan bangsa Indonesia," katanya.
Dia menyadari secara umum partai berbasis lingkungan di negara maju kurang berkembang. Namun di Jerman, partai berbasis lingkungan ini cukup eksis.
"Kami yakin partai ini akan besar. Banyak persoalan lingkungan yang harus diselesaikan. Kami harus masuk di pemerintahan untuk mendorong penyelesaian permasalahan itu," ucapnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mentan Amran minta pemda untuk dorong hilirisasi komoditas pertanian lokal
19 January 2026 15:55 WIB
DPRD Batam dorong penyelesaian Ranperda, percepat sinkronisasi agenda akhir tahun
03 December 2025 12:47 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB