Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Direhab 2016
Kamis, 26 November 2015 2:45 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Museum (BPAM) Kota Tanjungpinang, Marzul Hendri mengatakan, bangunan Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah akan direhab pada 2016.
"Pemerintah pusat memberikan bantuna Rp1,5 miliar untuk rehab atap. Sementara bantuan dari provinsi digunakan untuk isi museum," kata Marzul Hendri, Rabu.
Menurutnya, bantuan dari provinsi sudah pernah diajukan tahun 2014 lalu, namun karena defisit 2015, bantuan tersebut ditunda.
"Insya Allah 2016 bantuan dari provinsi juga akan dapat, hanya saja kami tak tahu berapa yang akan didapat dari provinsi," tegasnya.
Kondisi koleksi sejarah di museum itu sendiri diakuinya masih terjaga dan terawat tanpa ada yang rusak.
Sementara itu, Kabid Museum BPAM, Meitya Yulianti mengatakan menunggu datangnya bantuan pendanaan untuk rehab gedung Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, pihaknya ikut ambil andil menyelamatkan dan membersihkan barang sejarah yang berada dalam museum serta menginventarisasi ulang koleksi museum yang ada.
"Untuk fisiknya, Insya Allah akan ada bantuan dana baik dari Pemprov Kepri maupun APBN," ujar Meitya.
Menurutnya, DED dan tinjauan langsung pemerintah pusat ke bangunan museum telah dilakukan. Maka dari itu, 2016 museum yang masuk dalam bangunan cagar budaya tersebut akan diberi bantuan.
Untuk pengerjaan museum, pihaknya masih menunggu SK dari kementerian yang setalah itu dilanjutkan dengan proses lelang. Diharapkan pada 2017 mendatang, museum kembali dibuka untuk umum.
"Pengerjaan juga tidak ada merubah bentuk pada bangunan museum, hanya mengganti kerangka bangunan yang sebelumnya dari kayu menjadi rangka baja ringan, untuk memperkuat bangunan itu saja," paparnya.
Perihal tersebut dibenarkan, dengan catatan kondisi kerangka kayu yang masih baik tetap dipertahankan sebagai bukti bahwa sebenarnya museum tersebut disusun dari kerangka kayu. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Pemerintah pusat memberikan bantuna Rp1,5 miliar untuk rehab atap. Sementara bantuan dari provinsi digunakan untuk isi museum," kata Marzul Hendri, Rabu.
Menurutnya, bantuan dari provinsi sudah pernah diajukan tahun 2014 lalu, namun karena defisit 2015, bantuan tersebut ditunda.
"Insya Allah 2016 bantuan dari provinsi juga akan dapat, hanya saja kami tak tahu berapa yang akan didapat dari provinsi," tegasnya.
Kondisi koleksi sejarah di museum itu sendiri diakuinya masih terjaga dan terawat tanpa ada yang rusak.
Sementara itu, Kabid Museum BPAM, Meitya Yulianti mengatakan menunggu datangnya bantuan pendanaan untuk rehab gedung Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, pihaknya ikut ambil andil menyelamatkan dan membersihkan barang sejarah yang berada dalam museum serta menginventarisasi ulang koleksi museum yang ada.
"Untuk fisiknya, Insya Allah akan ada bantuan dana baik dari Pemprov Kepri maupun APBN," ujar Meitya.
Menurutnya, DED dan tinjauan langsung pemerintah pusat ke bangunan museum telah dilakukan. Maka dari itu, 2016 museum yang masuk dalam bangunan cagar budaya tersebut akan diberi bantuan.
Untuk pengerjaan museum, pihaknya masih menunggu SK dari kementerian yang setalah itu dilanjutkan dengan proses lelang. Diharapkan pada 2017 mendatang, museum kembali dibuka untuk umum.
"Pengerjaan juga tidak ada merubah bentuk pada bangunan museum, hanya mengganti kerangka bangunan yang sebelumnya dari kayu menjadi rangka baja ringan, untuk memperkuat bangunan itu saja," paparnya.
Perihal tersebut dibenarkan, dengan catatan kondisi kerangka kayu yang masih baik tetap dipertahankan sebagai bukti bahwa sebenarnya museum tersebut disusun dari kerangka kayu. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Saud MC
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kajati Kepri bekali mahasiswa informasi transformasi hukum pidana modern
19 September 2025 10:08 WIB
Pemkot Batam: Sapi dari Presiden akan dikurbankan di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah
06 May 2025 13:32 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon kunjungi Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah
11 March 2025 15:04 WIB
Pesawat Super Air Jet batal mendarat di Aceh, begini penjelasan otoritas bandara
07 September 2024 16:18 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
DKPP Batam ajukan permohonan 1.200 dosis vaksin PMK sapi kurban tahun 2026
02 February 2026 12:36 WIB