Satu Keluarga Eks Gafatar Bukan Warga Tanjungpinang
Kamis, 25 Februari 2016 23:13 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Satu keluarga eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang diberangkatkan dari Kalimantan Timur menuju Batam ternyata warga Yogyakarta, kata Kepala Dinas Sosial Tanjungpinang, Surjadi.
"Satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak, yang semula diidentifikasi berasal dari Tanjungpinang, ternyata warga Yogyakarta," ujarnya di Tanjungpinang, Kamis.
Dia mengatakan eks pengikut Gafatar itu tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada Selasa (23/2). Mereka dijemput di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang tadi pagi setelah sempat bermalam di Asrama Haji Batam.
Setelah ditelusuri lebih mendalam ternyata mereka memiliki saudara yang tinggal di Desa Kawal, Kabupaten Bintan, yang berada satu daratan dengan Tanjungpinang.
"Mereka sudah dibawa ke rumah saudaranya di Kawal," katanya.
Selain mereka, lanjutnya, Pemerintah Kaltim juga memberangkatkan satu keluarga asal Batam.
"Kalau eks pengikut Gafatar asal Batam ada enam orang, terdiri dari ayah, ibu dan empat anak," ujarnya.
Seluruh eks pengikut Gafatar itu diamankan petugas di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. Kemudian berbagai institusi berwenang, termasuk Kemenag dan Kemensos melakukan pembinaan dan memberikan bantuan di Jakarta.
"Dari Jakarta mereka diberangkatkan ke Kaltim karena disangka sebagai warga Kaltim, kemudian baru diberangkatkan ke Batam," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak, yang semula diidentifikasi berasal dari Tanjungpinang, ternyata warga Yogyakarta," ujarnya di Tanjungpinang, Kamis.
Dia mengatakan eks pengikut Gafatar itu tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada Selasa (23/2). Mereka dijemput di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang tadi pagi setelah sempat bermalam di Asrama Haji Batam.
Setelah ditelusuri lebih mendalam ternyata mereka memiliki saudara yang tinggal di Desa Kawal, Kabupaten Bintan, yang berada satu daratan dengan Tanjungpinang.
"Mereka sudah dibawa ke rumah saudaranya di Kawal," katanya.
Selain mereka, lanjutnya, Pemerintah Kaltim juga memberangkatkan satu keluarga asal Batam.
"Kalau eks pengikut Gafatar asal Batam ada enam orang, terdiri dari ayah, ibu dan empat anak," ujarnya.
Seluruh eks pengikut Gafatar itu diamankan petugas di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. Kemudian berbagai institusi berwenang, termasuk Kemenag dan Kemensos melakukan pembinaan dan memberikan bantuan di Jakarta.
"Dari Jakarta mereka diberangkatkan ke Kaltim karena disangka sebagai warga Kaltim, kemudian baru diberangkatkan ke Batam," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Kesehatan Tanjungpinang sebut sebanyak 11 ribu peserta PBI dinonaktifkan
11 February 2026 17:10 WIB
BNNP Kepri gagalkan peredaran 4,9 Kg sabu di Bandara Raja Haji Fisabilillah
07 February 2026 10:20 WIB
Kejari Tanjungpinang terima uang pengganti perkara korupsi LPP TVRI Rp3,5 miliar
05 February 2026 5:10 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disdik Kepri anjurkan satuan pendidikan perbanyak tadarus selama bulan Ramadhan
14 February 2026 18:16 WIB
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB