Tanjungpinang (Antara Kepri) - Satu keluarga eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang diberangkatkan dari Kalimantan Timur menuju Batam ternyata warga Yogyakarta, kata Kepala Dinas Sosial Tanjungpinang, Surjadi.

"Satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak, yang semula diidentifikasi berasal dari Tanjungpinang, ternyata warga Yogyakarta," ujarnya di Tanjungpinang, Kamis.

Dia mengatakan eks pengikut Gafatar itu tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada Selasa (23/2). Mereka dijemput di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang tadi pagi setelah sempat bermalam di Asrama Haji Batam.

Setelah ditelusuri lebih mendalam ternyata mereka memiliki saudara yang tinggal di Desa Kawal, Kabupaten Bintan, yang berada satu daratan dengan Tanjungpinang.

"Mereka sudah dibawa ke rumah saudaranya di Kawal," katanya.

Selain mereka, lanjutnya, Pemerintah Kaltim juga memberangkatkan satu keluarga asal Batam.

"Kalau eks pengikut Gafatar asal Batam ada enam orang, terdiri dari ayah, ibu dan empat anak," ujarnya.

Seluruh eks pengikut Gafatar itu diamankan petugas di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. Kemudian berbagai institusi berwenang, termasuk Kemenag dan Kemensos melakukan pembinaan dan memberikan bantuan di Jakarta.

"Dari Jakarta mereka diberangkatkan ke Kaltim karena disangka sebagai warga Kaltim, kemudian baru diberangkatkan ke Batam," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto