Mantan Anggota: Tujuan Gafatar dan NII Sama
Kamis, 14 April 2016 22:56 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Tujuan perjuangan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan Negara Islam Indonesia (NII) sama yaitu mengganti dasar negara Pancasila dengan syariat Islam, kata Sarwani mantan anggota NII.
"Gafatar dengan NII itu satu ideologi. Bungkusnya saja yang berbeda, isinya sama," kata Sarwani di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis.
Sarwani mengatakan, kedua organisasi itu sama-sama radikal dalam memperjuangkan ideologi dan penerapan syariat Islam.
Ia berpendapat, radikalisme kedua organisasi itu melanggar ajaran Islam dan ketentuan hukum negara.
Sarwani mengatakan, pola pergerakan pengikut NII dan Gafatar berbeda.
Pengikut NII melakukan dengan cara merekrut melalui pendekatan dan doktrin. Sedangkan pergerakan Gafatar, organisasi yang kini bernama Negara Karunia Semesta Alam melalui kegiatan sosial sehingga masyarakat tertarik.
Pengikut Gafatar melakukan kegiatan secara diam-diam, dan berpindah-pindah. Kemudian memberi doktrin kepada pengikut baru.
"Kalau pengikut Gafatar sudah banyak, mereka akan melakukan gerakan secara terang-terangan," katanya.
Sarwani mengatakan pengajian yang dilakukan pengikut NII dan Gafatar, tertutup. Mereka cenderung melakukan pengajian di rumah kontrakan.
"Pengikut baru dan lama melakukan pengajian di dalam rumah, sandal mereka dimasukkan ke rumah. Satu pengikut berjaga-jaga di luar rumah," ujarnya.
Menurut dia, cara yang efektif untuk menolak ajaran tersebut yakni memperkuat rasa nasionalisme dan mempelajari agama secara baik dan benar.
"Tolak pengajian tertutup," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Gafatar dengan NII itu satu ideologi. Bungkusnya saja yang berbeda, isinya sama," kata Sarwani di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis.
Sarwani mengatakan, kedua organisasi itu sama-sama radikal dalam memperjuangkan ideologi dan penerapan syariat Islam.
Ia berpendapat, radikalisme kedua organisasi itu melanggar ajaran Islam dan ketentuan hukum negara.
Sarwani mengatakan, pola pergerakan pengikut NII dan Gafatar berbeda.
Pengikut NII melakukan dengan cara merekrut melalui pendekatan dan doktrin. Sedangkan pergerakan Gafatar, organisasi yang kini bernama Negara Karunia Semesta Alam melalui kegiatan sosial sehingga masyarakat tertarik.
Pengikut Gafatar melakukan kegiatan secara diam-diam, dan berpindah-pindah. Kemudian memberi doktrin kepada pengikut baru.
"Kalau pengikut Gafatar sudah banyak, mereka akan melakukan gerakan secara terang-terangan," katanya.
Sarwani mengatakan pengajian yang dilakukan pengikut NII dan Gafatar, tertutup. Mereka cenderung melakukan pengajian di rumah kontrakan.
"Pengikut baru dan lama melakukan pengajian di dalam rumah, sandal mereka dimasukkan ke rumah. Satu pengikut berjaga-jaga di luar rumah," ujarnya.
Menurut dia, cara yang efektif untuk menolak ajaran tersebut yakni memperkuat rasa nasionalisme dan mempelajari agama secara baik dan benar.
"Tolak pengajian tertutup," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Kesehatan Tanjungpinang sebut sebanyak 11 ribu peserta PBI dinonaktifkan
11 February 2026 17:10 WIB
BNNP Kepri gagalkan peredaran 4,9 Kg sabu di Bandara Raja Haji Fisabilillah
07 February 2026 10:20 WIB
Kejari Tanjungpinang terima uang pengganti perkara korupsi LPP TVRI Rp3,5 miliar
05 February 2026 5:10 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri gagalkan peredaran 353 keping vape mengandung etomidate di Kota Batam
12 February 2026 17:40 WIB