Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dua kelompok pengunjuk rasa di Kantor Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau nyaris bentrok karena seorang di antara mereka dianggap menghina Reni Yusneli selaku Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kepri.

Peristiwa itu terjadi beberapa saat setelah masing-masing kelompok selesai berunjuk rasa di Kantor Pemprov Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin.

Andi Arief Rate, salah seorang koordinator aksi ketika diwawancarai oleh jurnalis mengucapkan kalimat yang didengar dan dianggap tidak pantas oleh Hari, warga Batam yang bersama beberapa kawannya mendukung Reni Yusneli.

"Saya tidak terima Reni disebut dengan kalimat tidak pantas," ujarnya.

Andi Arief yang merupakan pendukung M Sani-Nurdin Basirun, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pada pilkada 2015 tidak peduli dengan protes yang disampaikan Hari hingga mereka beradu mulut.

"Saya tidak takut. Dia beli, saya jual," kata Andi Arief.

Kemudian perkelahian antara Andi Arief Rate dengan Hari pun tak terelakan, namun tidak berlangsung lama, karena dilerai oleh pihak kepolisian.

Polisi memperingatkan kedua kelompok untuk meninggalkan Kantor Pemerintah Kepri setelah berhasil menenangkan kedua kelompok massa.

Beberapa saat kemudian, massa yang dipimpin Andi Cori F, yang mendesak Pemprov Kepri jangan mau diintervensi kelompok tertentu kembali ke Kantor Pemprov Kepri.

Andi Cori, adik kandung dari Andi Arief Rate masuk ke kantin milik Said Haris Yacob,  pejabat eselon III Badan Kesbangpolinmas Kepri. Dia memasuki ruang masak untuk mencari Said yang dituding sebagai provokator dari permasalahan tersebut.

Said Haris tidak berada di kantin, meski menyaksikan aksi unjuk rasa pada pagi hari.

"Dia (Said Haris) menyebarkan SMS bernada provokatif untuk mengintervensi Pemprov Kepri," katanya.

Polisi mengingatkannya agar tidak merusak aset negara.

Massa membubarkan diri sekitar 13.00 WIB. (Antara)

Editor: Rusdianto