Pekerja Kecewa Pimpinan Batam Abai May Day
Senin, 2 Mei 2016 2:27 WIB
Batam (Antara Kepri) - Pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Metal Indonesia menyatakan kecewa pimpinan Batam yaitu wali kota dan wakil wali kota, mengabaikan undangan untuk menghadiri Panggung Rakyat pekerja dalam memperingati Hari Buruh Internasional, May Day, Minggu.
"Kami kecewa, sebagai orang tua wali kota tidak datang di acara kami," kata Panglima Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Suprapto di Batam.
Padahal, buruh sudah kooperatif dalam memperingati May Day 2016, tidak dengan menggelar unjuk rasa di pusat pemerintahan, melainkan Panggung Rakyat di sekitar kawasan industri.
Awalnya, Wakil Wali Kota Amsakar Achmad dikonfirmasi hadir di acara itu, namun, hingga pukul 16.30 WIB, tidak kunjung tiba. Kepala Dinas Tenaga Kerja Zarefriadi yang mewakili pemerintah dalam acara itu.
SPMI akan berkoordinasi untuk menentukan berunjuk rasa di Pemkot Batam pada Senin (2/5) karena ketidakhadiran wali kota dan wakil wali kota dalam puncak May Day.
Sementara itu, ratusan pekerja dan masyarakat memadati Panggung Rakyat May Day, yang diisi hiburan musik dari pekerja.
Dalam acara itu, pekerja juga mendeklarasikan pembentukan Organisasi Masyarakat Rumah Rakyat Indonesia, sebagai wadah masyarakat di bidang tenaga kerja.
"Banyak ormas yang tidak menampung buruh," kata dia.
FSPMI mengajukan empat tuntutan kepada pemerintah, yaitu agar pemerintah mengupayakan upah sektoral, menolak Kepres No. 19 tahun 2016 tentang KEK, menolak PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan dan menolak kriminalisasi teman aktivis sosial yang dilakukan pihak keamanan.
Sementara itu Kepala Bagian Humas Pemkot Batam Ardiwinata menyatakan awalnya Wakil Wali Kota dijadwalkan hadir di puncak May Day, namun karena kesibukan, maka kehadirannya diwakilkan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Kami kecewa, sebagai orang tua wali kota tidak datang di acara kami," kata Panglima Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Suprapto di Batam.
Padahal, buruh sudah kooperatif dalam memperingati May Day 2016, tidak dengan menggelar unjuk rasa di pusat pemerintahan, melainkan Panggung Rakyat di sekitar kawasan industri.
Awalnya, Wakil Wali Kota Amsakar Achmad dikonfirmasi hadir di acara itu, namun, hingga pukul 16.30 WIB, tidak kunjung tiba. Kepala Dinas Tenaga Kerja Zarefriadi yang mewakili pemerintah dalam acara itu.
SPMI akan berkoordinasi untuk menentukan berunjuk rasa di Pemkot Batam pada Senin (2/5) karena ketidakhadiran wali kota dan wakil wali kota dalam puncak May Day.
Sementara itu, ratusan pekerja dan masyarakat memadati Panggung Rakyat May Day, yang diisi hiburan musik dari pekerja.
Dalam acara itu, pekerja juga mendeklarasikan pembentukan Organisasi Masyarakat Rumah Rakyat Indonesia, sebagai wadah masyarakat di bidang tenaga kerja.
"Banyak ormas yang tidak menampung buruh," kata dia.
FSPMI mengajukan empat tuntutan kepada pemerintah, yaitu agar pemerintah mengupayakan upah sektoral, menolak Kepres No. 19 tahun 2016 tentang KEK, menolak PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan dan menolak kriminalisasi teman aktivis sosial yang dilakukan pihak keamanan.
Sementara itu Kepala Bagian Humas Pemkot Batam Ardiwinata menyatakan awalnya Wakil Wali Kota dijadwalkan hadir di puncak May Day, namun karena kesibukan, maka kehadirannya diwakilkan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Trump kecewa atas serangan rudal Rusia kepada Ukraina di tengah perundingan damai
28 April 2025 16:33 WIB
STY kecewa dengan kepemimpinan wasit saat Indonesia dikalahkan Qatar di Piala Asia U-23
16 April 2024 7:30 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Kemenhaj Batam imbau jamaah calon haji ikuti manasik dengan sungguh-sungguh
30 January 2026 14:11 WIB