Kantor Pelabuhan Perikanan Desa Penuba Ambruk
Minggu, 4 September 2016 19:18 WIB
Caption: Seorang warga Desa Penuba menunjukkan bangunan kantor pelabuhan perikanan yang ambruk sejak dua minggu lalu. Kantor ini dibangun DKP Provinsi Kepri di Desa Penuba, sekitar dua tahun lalu. (Antarakepri/Ardhi)
Lingga (Antara Kepri) - Kantor pelabuhan perikanan Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga yang dibangun oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinisi Kepulauan Riau, ambruk sejak dua minggu lalu.
"Kami tidak tahu pasti penyebabnya, namun berdasarkan laporan warga sekitar, pelabuhan ini ambruk ketika angin kencang dua minggu yang lalu," kata Jaiz, Ketua RW 1 Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Minggu.
Saat ini, kondisi kantor yang dibangun di badan pelabuhan bongkar muat hasil laut nelayan itu terendam di air. Beberapa tiang bangunannya patah, dan sejumlah alat-alat kantor ikut jatuh terendam.
Menurut Jaiz, kantor tersebut dibangun 2 tahun yang lalu oleh pihak DKP Provinsi. Namun, tidak pernah ditempati oleh petugasnya.
Ambruknya kantor yang berada di sebelah pelabuhan Bea Cukai Desa Penuba tersebut, lanjut Jaiz, sudah dilaporkan ke pihak desa, maupun ke Camat setempat. Namun sampai saat ini belum ada tindakan evakuasinya.
"Sudah kami laporkan ke camat juga, bahkan ke petugasnya. Namun tidak kunjung diperbaiki atau minimal di evakuasi lah. Kami menghindari agar jangan sampai alat-alat milik kantor tersebut dijarah warga akibat diabaikan," tuturnya.
Selaku masyarakat, Jaiz menyayangkan rapuhnya konstruksi bangunan kantor pelabuhan yang baru berusia dua tahun tersebut.
Meski alasannya akibat angin kencang, tapi tetap saja lebih rapuh dari pada bangunan lain yang berada di sekitarnya.
"Ini sangat disayangkan. Baru dua tahun kantor tersebut sudah ambruk. Seperti apa konstruksinya," ungkap Jaiz. (Antara)
Editor: Evy R Syamsir
"Kami tidak tahu pasti penyebabnya, namun berdasarkan laporan warga sekitar, pelabuhan ini ambruk ketika angin kencang dua minggu yang lalu," kata Jaiz, Ketua RW 1 Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Minggu.
Saat ini, kondisi kantor yang dibangun di badan pelabuhan bongkar muat hasil laut nelayan itu terendam di air. Beberapa tiang bangunannya patah, dan sejumlah alat-alat kantor ikut jatuh terendam.
Menurut Jaiz, kantor tersebut dibangun 2 tahun yang lalu oleh pihak DKP Provinsi. Namun, tidak pernah ditempati oleh petugasnya.
Ambruknya kantor yang berada di sebelah pelabuhan Bea Cukai Desa Penuba tersebut, lanjut Jaiz, sudah dilaporkan ke pihak desa, maupun ke Camat setempat. Namun sampai saat ini belum ada tindakan evakuasinya.
"Sudah kami laporkan ke camat juga, bahkan ke petugasnya. Namun tidak kunjung diperbaiki atau minimal di evakuasi lah. Kami menghindari agar jangan sampai alat-alat milik kantor tersebut dijarah warga akibat diabaikan," tuturnya.
Selaku masyarakat, Jaiz menyayangkan rapuhnya konstruksi bangunan kantor pelabuhan yang baru berusia dua tahun tersebut.
Meski alasannya akibat angin kencang, tapi tetap saja lebih rapuh dari pada bangunan lain yang berada di sekitarnya.
"Ini sangat disayangkan. Baru dua tahun kantor tersebut sudah ambruk. Seperti apa konstruksinya," ungkap Jaiz. (Antara)
Editor: Evy R Syamsir
Pewarta : Ardhi
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelindo Tanjungpinang layani 221.466 penumpang selama Natal dan Tahun baru
24 January 2026 18:19 WIB
Bea Cukai Batam : 4 dari 914 kontainer berisi limbah B3 telah dikembalikan
23 January 2026 11:34 WIB
Polda Kepri kerahkan anjing K-9 di Pelabuhan Punggur awasi peredaran narkoba
27 December 2025 9:37 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disdik Kepri anjurkan satuan pendidikan perbanyak tadarus selama bulan Ramadhan
14 February 2026 18:16 WIB
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB