TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut TKI Ilegal
Selasa, 16 Mei 2017 18:43 WIB
Danlantamal Kolonel Laut Pelaut R Eko Suyatno menunjukkan denah jalur pengiriman TKI ilegal dari Pontian, Johor, Malaysia ke Karimun. (antarakepri.com/Larno)
Batam (Antara Kepri) - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Satgas Barelang 17 mengamankan sebuah kapal berisi 14 TKI dan dua ABK yang hendak pulang ke Indonesia melalui jalur ilegal.
Danlantamal IV Tanjungpinang Kolonel R Eko Suyatno di Batuampar, Batam, Kepulauan Riau, Selasa, mengatakan penangkapan itu dilakukan Tim WFQR IV Satgas Barelang 17 bekerja sama dengan Lanal Tanjung Balai Karimun, .
"Penangkapan boat fiber berisi 14 TKI dan ABK termasuk tekong dilakukan pada 13 Mei saat kapal tersebut masuk wilayah Leho, Karimun. Kapal tersebut dari Pontian, Malaysia," katanya.
Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dan diindaklanjuti oleh petugas yang bergerak cepat melaksanakan operasi hingga akhirnya berhasil menangkap kapal boat fiber pada posisi 01° 02' 821" U - 103° 26' 117" T.
Eko mengatakan boat fiber tanpa nama bermesin 40 PK dengan tekong berinisial A (44) asal Teluk Uma Leho dan ABK yang berinisial B (33) keduanya merupakan warga kabupaten Karimun.
Sebanyak 14 TKI di dalamnya selama perjalanan dengan posisi terbaring ditutupi dengan terpal berwarna hijau untuk mengelabuhi pantauan petugas.
"Dalam pemeriksaan ternyata keduanya positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu dan inex. Hal tersebut berdasarkan tes urine yang dilakukan kepada keduanya," kata dia.
Dua pelaku dan TKI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Teluk Umah Karimun, Cianjur, Sumedang Jawa Barat, Palembang, Jambi dan Nusa Tenggara Barat akhirnya dibawa ke Kantor Lanal Karimun untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Upaya penyeludupan TKI yang bekerja di Malaysia kembali ke Indonesia secara sembunyi-sembunyi sudah diprediksi sebelumnya. Biasanya menjelang masuknya Ramadhan banyak kegiatan-kegiatan illegal seperti ini dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab membawa TKI kembali masuk ke Indonesia," kata Eko.
Sindikat yang biasa membawa pulang TKI secara ilegal, kata dia, tidak pernah kehabisan akal dan hal ini terkadang menuai petaka kecelakaan dilaut karena kelebihan penumpang ataupun cuaca buruk.
"Hal ini sudah berulang kali terjadi di wilayah kepulauan Riau bahkan menelan puluhan koban," kata dia.
Eko mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan dengan meningkatkan patroli guna mencegah terjadinya pengiriman TKI secara ilegal dan penyelundupan narkoba. (Antara)
Editor: Rusdianto
Danlantamal IV Tanjungpinang Kolonel R Eko Suyatno di Batuampar, Batam, Kepulauan Riau, Selasa, mengatakan penangkapan itu dilakukan Tim WFQR IV Satgas Barelang 17 bekerja sama dengan Lanal Tanjung Balai Karimun, .
"Penangkapan boat fiber berisi 14 TKI dan ABK termasuk tekong dilakukan pada 13 Mei saat kapal tersebut masuk wilayah Leho, Karimun. Kapal tersebut dari Pontian, Malaysia," katanya.
Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dan diindaklanjuti oleh petugas yang bergerak cepat melaksanakan operasi hingga akhirnya berhasil menangkap kapal boat fiber pada posisi 01° 02' 821" U - 103° 26' 117" T.
Eko mengatakan boat fiber tanpa nama bermesin 40 PK dengan tekong berinisial A (44) asal Teluk Uma Leho dan ABK yang berinisial B (33) keduanya merupakan warga kabupaten Karimun.
Sebanyak 14 TKI di dalamnya selama perjalanan dengan posisi terbaring ditutupi dengan terpal berwarna hijau untuk mengelabuhi pantauan petugas.
"Dalam pemeriksaan ternyata keduanya positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu dan inex. Hal tersebut berdasarkan tes urine yang dilakukan kepada keduanya," kata dia.
Dua pelaku dan TKI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Teluk Umah Karimun, Cianjur, Sumedang Jawa Barat, Palembang, Jambi dan Nusa Tenggara Barat akhirnya dibawa ke Kantor Lanal Karimun untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Upaya penyeludupan TKI yang bekerja di Malaysia kembali ke Indonesia secara sembunyi-sembunyi sudah diprediksi sebelumnya. Biasanya menjelang masuknya Ramadhan banyak kegiatan-kegiatan illegal seperti ini dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab membawa TKI kembali masuk ke Indonesia," kata Eko.
Sindikat yang biasa membawa pulang TKI secara ilegal, kata dia, tidak pernah kehabisan akal dan hal ini terkadang menuai petaka kecelakaan dilaut karena kelebihan penumpang ataupun cuaca buruk.
"Hal ini sudah berulang kali terjadi di wilayah kepulauan Riau bahkan menelan puluhan koban," kata dia.
Eko mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan dengan meningkatkan patroli guna mencegah terjadinya pengiriman TKI secara ilegal dan penyelundupan narkoba. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Karimun harap warga jaga kerukunan antar umat saat Imlek dan Ramadhan
13 February 2026 12:37 WIB
Polres Karimun bagikan helm dan beri edukasi keselamatan saat berlalu lintas
04 February 2026 15:52 WIB
Pemkab Karimun kembangkan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi wujud ketahanan pangan
22 January 2026 11:43 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri gagalkan peredaran 353 keping vape mengandung etomidate di Kota Batam
12 February 2026 17:40 WIB