Patron Karimun: Jangan Ganggu Pancasila
Selasa, 3 Oktober 2017 1:00 WIB
Ketua Patriot Nasional (Patron) Kabupaten Karimun Andi Acok. (antarakepri.com/Istimewa)
Karimun (Antara Kepri) - Ketua Organisasi kemasyarakatan Patriot Nasional (Patron) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Andi Acok mengatakan, jangan ganggu Pancasila yang sudah menjadi ideologi Bangsa Indonesia.
"Melihat dinamika politik negara saat ini memang sangat mengerikan. Ideologi Pancasila sedang diuji, namun ingat jangan pernah ganggu Pancasilaku, Kami dan Kita Semua," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Dinamika yang dia maksud ialah kemungkinan munculnya upaya-upaya kelompok tertentu untuk mencoba mengganti atau menguji ideologi negara ini dengan ideologi komunis dan ideologi lainnya.
"Sehingga hal ini tentunya dapat mempengaruhi masyarakat awam yang belum tersentuh informasi," katanya.
Namun demikian, kata dia, di balik dinamika tersebut ada sebuah upaya positif yang sangat luar biasa dalam mengembalikan kenyamanan, ketenteraman dan pemahaman masyarakat secara keseluruhan.
"Terlepas siapa dan darimana yang memulainya, namun upaya untuk mengembalikan ideologi Pancasila sangat tepat dan sangat bagus," katanya.
Senada dengan itu, kalangan akademisi pun menilai upaya untuk mengembalikan Pancasila kepada masyarakat di dalam kehidupan berkebangsaan sudah sangat tepat, meskipun dalam perjalanannya terdapat penolakan-penolakan dari beberapa kalangan.
"Saya fikir sah-sah saja jika pemutaran film pemberontakan G30S /PKI tersebut dilakukan dan tentunya itu kembali lagi kepada siapa yang melihatnya," katanya.
Menurutnya film tersebut telah memberikan pemahaman sejarah kelam perjalanan Bangsa Indonesia ini, namun pemahaman yang sama hendaknya diberikan secara terus menerus baik melalui dalam suatu kegiatan maupun dalam pendidikan formal.
"Tujuannya agar dari generasi ke generasi sejarah ini tetap terjaga dan tetap utuh," katanya.
Dia mengemukakan perlu upaya dari pemerintah untuk meningkatkan upaya-upaya untuk lebih membumikan Pancasila di Tanah Air, dengan memberikan pendidikan karakter dan pemahaman tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.
"Pemutaran film G30S/PKI merupakan salah satu upaya untuk membumikan Pancasila, sekaligus memberikan pemahaman terhadap bahaya laten komunisme," kata dia.
Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, upaya untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Pancasila perlu digencarkan, salah satunya dengan melalui pendidikan karakter.
"Generasi muda perlu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Cinta Tanah Air dan menumbuhkan semangat nasionalisme," katanya.
Bupati mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan terus melakukan upaya memberikan pendidikan karakter yang berlandaskan agama dan Pancasila sebagai dasar negara.
"Membumikan Pancasila harus dilakukan sejak dini, kepada generasi muda, agar mereka memahami sejarah perjuangan bangsa, para pendahulu yang telah melahirkan Pancasila," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Melihat dinamika politik negara saat ini memang sangat mengerikan. Ideologi Pancasila sedang diuji, namun ingat jangan pernah ganggu Pancasilaku, Kami dan Kita Semua," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Dinamika yang dia maksud ialah kemungkinan munculnya upaya-upaya kelompok tertentu untuk mencoba mengganti atau menguji ideologi negara ini dengan ideologi komunis dan ideologi lainnya.
"Sehingga hal ini tentunya dapat mempengaruhi masyarakat awam yang belum tersentuh informasi," katanya.
Namun demikian, kata dia, di balik dinamika tersebut ada sebuah upaya positif yang sangat luar biasa dalam mengembalikan kenyamanan, ketenteraman dan pemahaman masyarakat secara keseluruhan.
"Terlepas siapa dan darimana yang memulainya, namun upaya untuk mengembalikan ideologi Pancasila sangat tepat dan sangat bagus," katanya.
Senada dengan itu, kalangan akademisi pun menilai upaya untuk mengembalikan Pancasila kepada masyarakat di dalam kehidupan berkebangsaan sudah sangat tepat, meskipun dalam perjalanannya terdapat penolakan-penolakan dari beberapa kalangan.
"Saya fikir sah-sah saja jika pemutaran film pemberontakan G30S /PKI tersebut dilakukan dan tentunya itu kembali lagi kepada siapa yang melihatnya," katanya.
Menurutnya film tersebut telah memberikan pemahaman sejarah kelam perjalanan Bangsa Indonesia ini, namun pemahaman yang sama hendaknya diberikan secara terus menerus baik melalui dalam suatu kegiatan maupun dalam pendidikan formal.
"Tujuannya agar dari generasi ke generasi sejarah ini tetap terjaga dan tetap utuh," katanya.
Dia mengemukakan perlu upaya dari pemerintah untuk meningkatkan upaya-upaya untuk lebih membumikan Pancasila di Tanah Air, dengan memberikan pendidikan karakter dan pemahaman tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.
"Pemutaran film G30S/PKI merupakan salah satu upaya untuk membumikan Pancasila, sekaligus memberikan pemahaman terhadap bahaya laten komunisme," kata dia.
Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, upaya untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Pancasila perlu digencarkan, salah satunya dengan melalui pendidikan karakter.
"Generasi muda perlu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Cinta Tanah Air dan menumbuhkan semangat nasionalisme," katanya.
Bupati mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan terus melakukan upaya memberikan pendidikan karakter yang berlandaskan agama dan Pancasila sebagai dasar negara.
"Membumikan Pancasila harus dilakukan sejak dini, kepada generasi muda, agar mereka memahami sejarah perjuangan bangsa, para pendahulu yang telah melahirkan Pancasila," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Nursali
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Karimun harap warga jaga kerukunan antar umat saat Imlek dan Ramadhan
13 February 2026 12:37 WIB
Polres Karimun bagikan helm dan beri edukasi keselamatan saat berlalu lintas
04 February 2026 15:52 WIB
Pemkab Karimun kembangkan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi wujud ketahanan pangan
22 January 2026 11:43 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB