Ultah, Alias Wello dapat kado demo
Senin, 7 Januari 2019 13:49 WIB
Sekdakab Lingga Juramadi Esram menemui demonstran. (Antaranews Kepri/Nurjali)
Lingga (Antaranews Kepri) - Bupati Lingga Alias Wello yang berulang tahun pada hari ini mendapat kado spesial dari Ormas Gema Lingga. Ormas tersebut berdemonstrasi menuntut pengusutan program persawahan di Lingga.
"Kami minta penegak hukum mengusut permasalahan, di Desa Sungai Besar Kabupaten Lingga kalau tidak kami akan melakukan demo di Istana Presiden dan KPK RI agar persoalan ini diusut," kata koordinator aksi dan juga Ketua Ormas Gema Lingga Zuhardi, kepada Antara, Senin, (7/1).
Demo ini menurutnya dipicu karena salah satu pendiri dari Ormas Gema Lingga Mandala Pancur dipolisikan oleh staf ahli Bupati Lingga, yang dituding telah melakukan pencemaran nama baik terhadap juragan kelapa Ady Indra Pawennari.
Selain Zuhardi demo tersebut juga diisi beberapa orasi dari perwakilan Ormas Gema Lingga dan salah satu perangkat desa, yang dipecat oleh Pemerintah Kabupaten Lingga. Sementara itu hadir juga salah satu politisi dari Partai Golkar yang juga Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Lingga, Aziz Martindaz, Mandala pancur yang dilaporkan oleh Ady pawennari setelah ditelisik ternyata juga merupakan kader dari Partai Golkar.
"Saya siap membusuk di penjara, karena ini bukan masalah laporan tapi ini masalah masyarakat yang harus ditegakkan kebenarannya," kata Mandala pancur saat berorasi.
Setelah melakukan aksi beberapa menit di halaman Kantor Bupati Lingga, massa dari Gema Lingga tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga Muhammad Juramadi Esram. Sekda pada kesempatan itu berjanji akan menyampaikan apa yang telah menjadi tuntutan para pendemo. Namun meskipun begitu menurutnya apa yang diminta, harus melalui proses terlebih dahulu di pemerintah karena dirinya bukanlah pengambil kebijakan.
"Saya berdiri disini mewakili pemerintah, dan saya menerima semua yang disampaikan dan nanti akan kami teruskan apa-apa yang telah disampaikan," sebutnya.
Setelah mendengar apa yang telah disamapaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, massa yang berkumpul membubarkan diri dengan pengawalan aparat Kepolisian.
"Kami minta penegak hukum mengusut permasalahan, di Desa Sungai Besar Kabupaten Lingga kalau tidak kami akan melakukan demo di Istana Presiden dan KPK RI agar persoalan ini diusut," kata koordinator aksi dan juga Ketua Ormas Gema Lingga Zuhardi, kepada Antara, Senin, (7/1).
Demo ini menurutnya dipicu karena salah satu pendiri dari Ormas Gema Lingga Mandala Pancur dipolisikan oleh staf ahli Bupati Lingga, yang dituding telah melakukan pencemaran nama baik terhadap juragan kelapa Ady Indra Pawennari.
Selain Zuhardi demo tersebut juga diisi beberapa orasi dari perwakilan Ormas Gema Lingga dan salah satu perangkat desa, yang dipecat oleh Pemerintah Kabupaten Lingga. Sementara itu hadir juga salah satu politisi dari Partai Golkar yang juga Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Lingga, Aziz Martindaz, Mandala pancur yang dilaporkan oleh Ady pawennari setelah ditelisik ternyata juga merupakan kader dari Partai Golkar.
"Saya siap membusuk di penjara, karena ini bukan masalah laporan tapi ini masalah masyarakat yang harus ditegakkan kebenarannya," kata Mandala pancur saat berorasi.
Setelah melakukan aksi beberapa menit di halaman Kantor Bupati Lingga, massa dari Gema Lingga tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga Muhammad Juramadi Esram. Sekda pada kesempatan itu berjanji akan menyampaikan apa yang telah menjadi tuntutan para pendemo. Namun meskipun begitu menurutnya apa yang diminta, harus melalui proses terlebih dahulu di pemerintah karena dirinya bukanlah pengambil kebijakan.
"Saya berdiri disini mewakili pemerintah, dan saya menerima semua yang disampaikan dan nanti akan kami teruskan apa-apa yang telah disampaikan," sebutnya.
Setelah mendengar apa yang telah disamapaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, massa yang berkumpul membubarkan diri dengan pengawalan aparat Kepolisian.
Pewarta : Nurjali
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNI jelaskan kronologi anggota BAIS yang ditangkap dan dituduh provokator aksi demo
05 September 2025 16:50 WIB
Kucingnya ikut dijarah, Astrid Kuya berharap hewan peliharaannya bisa kembali
03 September 2025 15:35 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Arab Saudi, Bahrain, dan UEA sebut sistem pertahanan udara cegat drone dan rudal Iran
11 March 2026 15:31 WIB
Mendagri tekankan keselamatan mudik di Kepri: Cek Kapal dan awasi objek wisata
10 March 2026 7:40 WIB
Pemkab Natuna pertimbangkan penghapusan TPP, penuhi belanja pegawai 30 persen
09 March 2026 16:31 WIB