Pemkot Batam gelar demo masak guna cegah anak stunting

id kepri batam,cegah stunting,edukasi gizi,demo masak,dp3ap2kb

Pemkot Batam gelar demo masak guna cegah anak stunting

Gerakan edukasi gizi untuk pencegahan stunting oleh DP3AP2KB Batam yang dilaksanakan di Belian, Batam, Kepri, Rabu (5/11/2025). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) memberi edukasi gizi dan menggelar demo masak bagi ibu rumah tangga sebagai upaya pencegahan anak stunting.

“Kami ingin memberdayakan ibu rumah tangga agar tahu gizi seperti apa yang diperlukan anak, pola asuh yang mendukung, dan bagaimana menyajikan menu bergizi bagi keluarga,” ujar Kepala Bidang Kesejahteraan dan Pembangunan Keluarga DP3AP2KB Kota Batam Dewi Murni di Batam, Rabu.

Kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga yang memiliki anak berusia di atas enam bulan.

Baca juga: Polresta Barelang bangun budaya tertib bagi pemotor

Pada hari ini kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Belian, Batam Kota, dan menggandeng pemangku kepentingan lain seperti kader posyandu dan tenaga kesehatan puskesmas.

Melalui kegiatan ini, kata Dewi, para peserta tidak hanya mendapat materi tentang gizi, tetapi juga langsung mempraktikkan cara memasak menu sehat dengan bahan lokal.

Dalam sesi demo, peserta diajarkan membuat sayur bening dan lauk berbahan ayam yang dijadikan menjadi sate, serta tahu dan tempe dengan takaran gizi yang disesuaikan untuk anak-anak.

“Untuk anak berumur di 2-5 tahun, kebutuhan protein ayam misalnya itu 50 gram. Takaran sayur dan nasi juga kami timbang agar seimbang dan sesuai kebutuhan. Kami ingin para ibu tahu ukuran ideal untuk menjaga gizi anak,” ujar Dewi.

Baca juga: Polres Karimun cek alat SAR guna pastikan kesiapsiagaan atasi bencana

Kegiatan ini juga disusun dengan alur edukatif, dimulai dari pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta tentang gizi, kemudian dilanjutkan dengan edukasi dan praktik memasak, serta diakhiri dengan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan.

Menurut Dewi, program ini baru diterapkan di lima posyandu di Kelurahan Belian, yang saat ini memiliki angka stunting tertinggi di Kota Batam. Kelurahan Belian dipilih sebagai wilayah percontohan, sebelum nantinya program serupa diperluas ke 64 kelurahan lainnya di Batam.

“Kami ingin menciptakan efek berantai. Ibu-ibu yang sudah paham akan menjadi penggerak dan memberi dukungan ke kelompok ibu lainnya, sehingga pengetahuan gizi ini terus menyebar,” tambahnya.

Salah satu peserta Siti Zunaidah mengaku mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, saya baru tahu kalau takaran nasi untuk anak itu 125 gram dan protein 50 gram. Saya juga baru tahu kalau sayur, seperti bayam dan kangkung, sebaiknya dicuci dulu sebelum dipotong supaya gizinya tidak berkurang,” katanya.

Baca juga:
KKP sebut ekonomi biru jadi potensi Kepri tumbuh di sektor perikanan

Hari ini cuaca Kepri diprakirakan berawan dan berpotensi hujan

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE