Pembangunan Jembatan Batam-Bintan ditunda
Jumat, 8 Februari 2019 15:54 WIB
Kepala Dinas PUPR Kepri Abu Bakar (Antaranews Kepri/Ogen)
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang ditargetkan dimulai tahun 2019 ini kembali ditunda.
"Kemungkinan baru terealisasi di tahun 2020," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri Abu Bakar di Tanjungpinang, Jumat.
Abu mengatakan molornya pembangunan jembatan tersebut, dikarenakan pemerintah pusat memerlukan banyak waktu untuk mematangkan perencanaan pembangunan jembatan yang nantinya bakal menyambungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan.
Selain itu, nilai anggaran yang tergolong cukup besar juga menjadi penyebab batalnya pembangunan jembatan yang diprediksi memiliki panjang 7 kilometer itu pada tahun ini.
"Pusat juga masih berpikir apakah proyek ini menggunakan dana APBN, atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," imbuhnya
Terpisah, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menyatakan pada tahun ini pemerintah pusat masih fokus untuk merubah Detail Engineering Design (DED) pembangunan tersebut.
Berdasarkan DED yang telah disiapkan Pemprov Kepri itu, pembangunan jembatan Babin ditaksir menghabiskan dana sekitar Rp3,5 triliun, jauh lebih rendah jika dibanding DED awal, dengan estimasi anggaran sebesar Rp7 triliun.
"Mudah-mudahan tahun ini selesai direvisi, dan 2020 mulai dibangun" tuturnya.
Nurdin turut menyampaikan pada dasarnya Presiden Joko Widodo telah merestui pembangunan Jembatan Batam-Bintan.
"Sudah dibicarakan langsung dengan Pak Presiden Joko Widodo dan ditindaklanjuti oleh nenteri terkait lainnya," tuturnya.
Baca juga: Gubernur optimistis jembatan Batam-Bintan mulai dibangun 2019
Baca juga: Menteri PUPR pastikan bangun Jembatan Batam-Bintan
"Kemungkinan baru terealisasi di tahun 2020," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri Abu Bakar di Tanjungpinang, Jumat.
Abu mengatakan molornya pembangunan jembatan tersebut, dikarenakan pemerintah pusat memerlukan banyak waktu untuk mematangkan perencanaan pembangunan jembatan yang nantinya bakal menyambungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan.
Selain itu, nilai anggaran yang tergolong cukup besar juga menjadi penyebab batalnya pembangunan jembatan yang diprediksi memiliki panjang 7 kilometer itu pada tahun ini.
"Pusat juga masih berpikir apakah proyek ini menggunakan dana APBN, atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," imbuhnya
Terpisah, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menyatakan pada tahun ini pemerintah pusat masih fokus untuk merubah Detail Engineering Design (DED) pembangunan tersebut.
Berdasarkan DED yang telah disiapkan Pemprov Kepri itu, pembangunan jembatan Babin ditaksir menghabiskan dana sekitar Rp3,5 triliun, jauh lebih rendah jika dibanding DED awal, dengan estimasi anggaran sebesar Rp7 triliun.
"Mudah-mudahan tahun ini selesai direvisi, dan 2020 mulai dibangun" tuturnya.
Nurdin turut menyampaikan pada dasarnya Presiden Joko Widodo telah merestui pembangunan Jembatan Batam-Bintan.
"Sudah dibicarakan langsung dengan Pak Presiden Joko Widodo dan ditindaklanjuti oleh nenteri terkait lainnya," tuturnya.
Baca juga: Gubernur optimistis jembatan Batam-Bintan mulai dibangun 2019
Baca juga: Menteri PUPR pastikan bangun Jembatan Batam-Bintan
Pewarta : Ogen
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KJRI Johor sebut belum ada pembahasan bilateral terkait jembatan Melaka-Dumai
27 January 2026 15:16 WIB
Biaya perbaikan Jalan Pelantar II Tanjungpinang setara dengan bangun jembatan
07 September 2025 12:58 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB