Dede Yusuf nilai fasilitas kanker di Indonesia bagus
Senin, 18 Februari 2019 0:19 WIB
Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf (Antaranews Kepri/YJ Naim)
Singapura (ANTARANews Kepri) - Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf menilai fasilitas pelayanan pengobatan penderita kanker di Indonesia relatif bagus, alat yang digunakan pun sama dengan di Singapura.
"Fasilitas pelayanan cukup bagus. Di RSPAD bagus, rumah sakit swasta juga bagus, di RSCM alatnya sama dengan yang di sini," kata Dede Yusuf di sela-sela kunjungannya ke Singapura untuk menjenguk Ani Yudhoyono, istri Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu.
Alat penyembuhan yang digunakan antara lain, kemoterapi dan `self cure`.
Hanya saja, kata dia melanjutkan, proses pelayanan di Singapura relatif lebih profesional ketimbang di dalam negeri.
Di Singapura, pemisahan bagian penyakit di rumah sakit relatif rapi. Gedung untuk pengobatan kanker dipisah dengan jenis pengobatan lain.
Hubungan antara pasien dengan dokter juga baik, karena pemisahan divisi yang rapi.
"Karena tidak digabungkan, tenaga medis ini dan itu. Coba lihat di Indonesia, penggabungan banyak dalam rumah sakit, menumpuk semua. Dokter di sini punya kesempatan `one to one` dengan pasien," kata dia.
Alasan itulah, yang menyebabkan pengobatan di Singapura lebih baik.
Disinggung mengenai fasilitas negara yang diberikan kepada mantan "first lady" Ani Yudhoyono selama dirawat di Singapura, ia mengatakan belum mengetahui.
"Kalau itu saya tidak tahu," kata dia.
Sementara itu, sejumlah pejabat dan mantan pejabat terus berdatangan menjenguk mantan ibu negara di Singapura. Di antara mereka adalah Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah dan Emil, politisi Partai Demokrat Syarief Hasan dan mantan Kapolri, Jenderal Polisi Sutarman dan Jenderal Timur Pradopo.
"Fasilitas pelayanan cukup bagus. Di RSPAD bagus, rumah sakit swasta juga bagus, di RSCM alatnya sama dengan yang di sini," kata Dede Yusuf di sela-sela kunjungannya ke Singapura untuk menjenguk Ani Yudhoyono, istri Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu.
Alat penyembuhan yang digunakan antara lain, kemoterapi dan `self cure`.
Hanya saja, kata dia melanjutkan, proses pelayanan di Singapura relatif lebih profesional ketimbang di dalam negeri.
Di Singapura, pemisahan bagian penyakit di rumah sakit relatif rapi. Gedung untuk pengobatan kanker dipisah dengan jenis pengobatan lain.
Hubungan antara pasien dengan dokter juga baik, karena pemisahan divisi yang rapi.
"Karena tidak digabungkan, tenaga medis ini dan itu. Coba lihat di Indonesia, penggabungan banyak dalam rumah sakit, menumpuk semua. Dokter di sini punya kesempatan `one to one` dengan pasien," kata dia.
Alasan itulah, yang menyebabkan pengobatan di Singapura lebih baik.
Disinggung mengenai fasilitas negara yang diberikan kepada mantan "first lady" Ani Yudhoyono selama dirawat di Singapura, ia mengatakan belum mengetahui.
"Kalau itu saya tidak tahu," kata dia.
Sementara itu, sejumlah pejabat dan mantan pejabat terus berdatangan menjenguk mantan ibu negara di Singapura. Di antara mereka adalah Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah dan Emil, politisi Partai Demokrat Syarief Hasan dan mantan Kapolri, Jenderal Polisi Sutarman dan Jenderal Timur Pradopo.
Pewarta : YJ Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ibunda dari Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf, Siti Rahayu Effendi meninggal dunia
28 November 2024 11:38 WIB, 2024
Kemenkes perkuat layanan pasien kanker dengan dukungan fasilitas radioterapi
21 May 2023 20:44 WIB, 2023
RSUD Soewandhie Surabaya sediakan fasilitas pengobatan kanker yang lengkap
03 February 2023 10:11 WIB, 2023