Pangkogabwilhan I lepas 2 KRI operasi siaga tempur laut Natuna
Jumat, 3 Januari 2020 17:43 WIB
Persiapan pasukan sebelum keberangkatan KRI ke laut Natuna Utara, Selat Lampa, Natuna, Jumat sore (3/1). (ANTARA/Cherman)
Natuna (ANTARA) - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya ) TNI Yudo Margono memimpin upacara gelar pasukan dalam operasi siaga tempur pengamanan laut Natuna sebagai upaya penegakan kedaulatan negara.
"Ada dua KRI kita kerahkan dan ditambah tiga menyusul besok, ini kita lakukan karena ada pelanggaran kedaulatan di laut Natuna," kata Laksdya TNI Yudo Margono saat memberikan pengarahan kepada para prajurit di Paslabuh, Selat Lampa, Natuna, Jumat (3/1).
Selain itu, ia juga mengungkapkan ada 30 kapal ikan asing beroperasi di wilayah kedaulatan NKRI dengan dikawal oleh 3 kapal Coast Guard milik Tiongkok.
"Melalui udara tadi pagi kita telah pantau, ada 30 kapal ikan asing dengan dikawal 3 kapal pengawas mereka, dan mereka sengaja menghidupkan AIS mereka, ini ada apa?" ungkapnya.
Saat ini KRI Teuku Umar dan KRI Tjiptadi telah diberangkatkan ke lokasi dimana telah terdeteksi tadi pagi.
"Operasi ini kita melibatkan semua unsur, baik darat, laut dan udara," tegasnya.
Ia juga mengingatkan kepada prajurit untuk tidak terpancing, utamakan cara persuasif agar 30 kapal dan 3 Coast Guard keluar dari laut Natuna.
"130 mil dari pantai, telah nyata masuk di wilayah landas kontinen Indonesia yang semestinya 200 mil," kata Pangkogabwilhan.
Ia juga mengatakan saat ini KIA itu telah berada di sebelah selatan landas kontinen Indonesia, maka dari itu sore ini dikerahkan armada dalam siaga tempur laut Natuna terhitung per 1 Januari langsung dilakukan upaya penindakan melalui operasi siaga tempur laut Natuna 2020.
"Ada dua KRI kita kerahkan dan ditambah tiga menyusul besok, ini kita lakukan karena ada pelanggaran kedaulatan di laut Natuna," kata Laksdya TNI Yudo Margono saat memberikan pengarahan kepada para prajurit di Paslabuh, Selat Lampa, Natuna, Jumat (3/1).
Selain itu, ia juga mengungkapkan ada 30 kapal ikan asing beroperasi di wilayah kedaulatan NKRI dengan dikawal oleh 3 kapal Coast Guard milik Tiongkok.
"Melalui udara tadi pagi kita telah pantau, ada 30 kapal ikan asing dengan dikawal 3 kapal pengawas mereka, dan mereka sengaja menghidupkan AIS mereka, ini ada apa?" ungkapnya.
Saat ini KRI Teuku Umar dan KRI Tjiptadi telah diberangkatkan ke lokasi dimana telah terdeteksi tadi pagi.
"Operasi ini kita melibatkan semua unsur, baik darat, laut dan udara," tegasnya.
Ia juga mengingatkan kepada prajurit untuk tidak terpancing, utamakan cara persuasif agar 30 kapal dan 3 Coast Guard keluar dari laut Natuna.
"130 mil dari pantai, telah nyata masuk di wilayah landas kontinen Indonesia yang semestinya 200 mil," kata Pangkogabwilhan.
Ia juga mengatakan saat ini KIA itu telah berada di sebelah selatan landas kontinen Indonesia, maka dari itu sore ini dikerahkan armada dalam siaga tempur laut Natuna terhitung per 1 Januari langsung dilakukan upaya penindakan melalui operasi siaga tempur laut Natuna 2020.
Pewarta : Cherman
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bakamla lakukan tiga jenis patroli jaga kekompakan maritim antarnegara di laut
23 April 2026 15:44 WIB
Kepala Bakamla resmikan 3 markas komando zona perkuat keamanan laut nasional
23 April 2026 13:51 WIB
Tim SAR evakuasi jenazah di Perairan Karimun, diduga korban laka laut Singapura
31 March 2026 7:31 WIB