TNI imbau nelayan Natuna tetap tenang
Sabtu, 4 Januari 2020 1:53 WIB
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya ) TNI Yudo Margono, usai pimpin upacara gelar pasukan dalam operasi siaga tempur pengamanan laut Natuna sebagai upaya penegakan kedaulatan negara di Paslabuh, Selat Lampa, Natuna, Kepri, Jumat (3/1).Foto AntaraKepri/Cherman)
Natuna (ANTARA) - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya ) TNI Yudo Margono, usai pimpin upacara gelar pasukan dalam operasi siaga tempur pengamanan laut Natuna sebagai upaya penegakan kedaulatan negara, menghimbau agar nelayan Natuna jangan cemas atas keberadaan kapal ikan asing dan Coast Goard China karena TNI hadir di laut Natuna.
"Tetap aja melaut, disini kan ada kapal perang, bisa infokan pada kami,” kata Yudo.
Justru, lanjutnya lagi, nelayan disini menjadi mata dan telinga aparat keamanan, khususnya Angkatan Laut.
" Mungkin dengan kondisi laut kita yang luas, itu tidak bisa dijangkau oleh KRI kita saat ini, kan jumlahnya terbatas,” terangnya lagi.
Ia juga meyakinkan masyarakat dan para nelayan untuk terus berkoordinasi dengan pihak TNI maupun Bakamla yang berada di laut Natuna.
"Contoh saja, kayak kemarin yang infokan ke kita-kan nelayan, ternyata ada sini," ungkapnya.
Kembali Ia ingatkan bagi para nelayan, khususnya Natuna, tetaplah beraktifitas seperti biasanya.
"Tidak usah resah lah, karenakan jauh di 130 mil, kan nelayan kita kecil kecil, tidak sampai disana," kata Yudo.
Besar harapan Pangkogabwilhan l agar nelayan Natuna bisa mendominasi di area tangkap yang selalu disengketakan pihak asing.
"Saya justru berharap, nelayan kita bisa melaut hingga ZEE sana, karena akan semakin menegaskan ini lo, laut kami, kami berhak menangkap ikan di sini," pungkasnya.
Terkait adanya gangguan nelayan Indonesia di usir oleh kapal asing menurutnya sampai saat ini belum ada laporan secara resmi masuk ke TNI.
"Terkait nelayan kita di usir belum ada masuk laporan, namun justru kita yang mengusir mereka, jadi nelayan kita jangan takut," tegasnya.
Sementara itu, sebelumnya, Herman, Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah pada Rabu malam lalu membenarkan, sebagian nelayan khawatir, karena mereka beranggapan akan ada ancaman di laut.
"Saya memaklumi itu, bisa saja kapal ssing dendam sama nelayan saya, namun jangan khawatir, saya terus berkoordinasi dengan aparat kita kok, aman itu," kata dia.
Disamping itu pula, Ia menjelaskan bahwa benar berita yang beredar menyatakan nelayan lokal terganggu bahkan di usir oleh kapal asing saat sedang memancing.
"Nelayan saya kalau dilaut tidak berani tidur, jika pun sedang istirahat, mereka harus bergantian, kalau tidak kami bisa ketabrak," kata Herman.
Karena itu ia sangat berharap kehadiran Kapal Pengawas Indonesia juga turut hadir mengawasi para nelayan Natuna sebagai mana yang dilakukan Kapal Pengawas Negara Asing terhadap nelayan mereka.
"Iya kalau coast guard mereka melakukan itu, kenapa tidak, kita lakukan hal yang sama agar nelayan kami juga aman melaut," ujarnya.
"Tetap aja melaut, disini kan ada kapal perang, bisa infokan pada kami,” kata Yudo.
Justru, lanjutnya lagi, nelayan disini menjadi mata dan telinga aparat keamanan, khususnya Angkatan Laut.
" Mungkin dengan kondisi laut kita yang luas, itu tidak bisa dijangkau oleh KRI kita saat ini, kan jumlahnya terbatas,” terangnya lagi.
Ia juga meyakinkan masyarakat dan para nelayan untuk terus berkoordinasi dengan pihak TNI maupun Bakamla yang berada di laut Natuna.
"Contoh saja, kayak kemarin yang infokan ke kita-kan nelayan, ternyata ada sini," ungkapnya.
Kembali Ia ingatkan bagi para nelayan, khususnya Natuna, tetaplah beraktifitas seperti biasanya.
"Tidak usah resah lah, karenakan jauh di 130 mil, kan nelayan kita kecil kecil, tidak sampai disana," kata Yudo.
Besar harapan Pangkogabwilhan l agar nelayan Natuna bisa mendominasi di area tangkap yang selalu disengketakan pihak asing.
"Saya justru berharap, nelayan kita bisa melaut hingga ZEE sana, karena akan semakin menegaskan ini lo, laut kami, kami berhak menangkap ikan di sini," pungkasnya.
Terkait adanya gangguan nelayan Indonesia di usir oleh kapal asing menurutnya sampai saat ini belum ada laporan secara resmi masuk ke TNI.
"Terkait nelayan kita di usir belum ada masuk laporan, namun justru kita yang mengusir mereka, jadi nelayan kita jangan takut," tegasnya.
Sementara itu, sebelumnya, Herman, Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah pada Rabu malam lalu membenarkan, sebagian nelayan khawatir, karena mereka beranggapan akan ada ancaman di laut.
"Saya memaklumi itu, bisa saja kapal ssing dendam sama nelayan saya, namun jangan khawatir, saya terus berkoordinasi dengan aparat kita kok, aman itu," kata dia.
Disamping itu pula, Ia menjelaskan bahwa benar berita yang beredar menyatakan nelayan lokal terganggu bahkan di usir oleh kapal asing saat sedang memancing.
"Nelayan saya kalau dilaut tidak berani tidur, jika pun sedang istirahat, mereka harus bergantian, kalau tidak kami bisa ketabrak," kata Herman.
Karena itu ia sangat berharap kehadiran Kapal Pengawas Indonesia juga turut hadir mengawasi para nelayan Natuna sebagai mana yang dilakukan Kapal Pengawas Negara Asing terhadap nelayan mereka.
"Iya kalau coast guard mereka melakukan itu, kenapa tidak, kita lakukan hal yang sama agar nelayan kami juga aman melaut," ujarnya.
Pewarta : Cherman
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Thailand luncurkan operasi militer "Trat Prap Poropak" di perbatasan Kamboja
10 December 2025 15:35 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Kemenhaj Batam imbau jamaah calon haji ikuti manasik dengan sungguh-sungguh
30 January 2026 14:11 WIB