Pemeriksaan kesehatan di pelabuhan Batam diperketat
Minggu, 9 Februari 2020 20:29 WIB
Wali Kota Batam Muhammad Rudi memperhatikan cara kerja thermal scanner dalam memantau suhu tubuh penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Centre, beberapa waktu lalu. Foto Antara Kepri/Naim
Batam (ANTARA) - Pemeriksaan kesehatan di sejumlah pelabuhan internasional di Kota Batam, Kepulauan Riau, diperketat, demi mengantisipasi masuknya Virus corona 2019-nCoV.
"Kami perintahkan Kadis Kesehatan dan Kepala Karantina sudah saya telepon, saya minta (pemeriksaan kesehatan) digandakan," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Minggu.
Dinkes Batam dan Kantor Kesehatan Pelabuhan masih berkoordinasi untuk menambah pengawasan kesehatan di pelabuhan.
Wali Kota mengatakan penebalan pemeriksaan kesehatan itu berlaku di semua pintu masuk internasional.
Dinkes Batam akan menempatkan sejumlah personel untuk turut mengawasi penumpang yang baru masuk Batam, setibanya di pelabuhan internasional.
"Kita waspada betul, karena (kalau hanya mengandalkan) akan berisiko. Jadi person to person," kata dia.
Petugas tambahan itu nantinya akan memantau setiap orang yang masuk, apakah profilnya nampak sehat atau sakit.
Kemudian, bila ada yang profilnya dicurigai sakit maka akan dipanggil untuk pemeriksaan khusus.
"Karena berdasarkan informasi, kalau panas makan obat, 1 jam kemudian turun, lewat 'scanner'. Harus ada perhatian khsusus, kejelian," ujar wali kota.
"Kami perintahkan Kadis Kesehatan dan Kepala Karantina sudah saya telepon, saya minta (pemeriksaan kesehatan) digandakan," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Minggu.
Dinkes Batam dan Kantor Kesehatan Pelabuhan masih berkoordinasi untuk menambah pengawasan kesehatan di pelabuhan.
Wali Kota mengatakan penebalan pemeriksaan kesehatan itu berlaku di semua pintu masuk internasional.
Dinkes Batam akan menempatkan sejumlah personel untuk turut mengawasi penumpang yang baru masuk Batam, setibanya di pelabuhan internasional.
"Kita waspada betul, karena (kalau hanya mengandalkan) akan berisiko. Jadi person to person," kata dia.
Petugas tambahan itu nantinya akan memantau setiap orang yang masuk, apakah profilnya nampak sehat atau sakit.
Kemudian, bila ada yang profilnya dicurigai sakit maka akan dipanggil untuk pemeriksaan khusus.
"Karena berdasarkan informasi, kalau panas makan obat, 1 jam kemudian turun, lewat 'scanner'. Harus ada perhatian khsusus, kejelian," ujar wali kota.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Reisa minta keuarga pastikan lansia sehat sebelum akses vaksin booster kedua
12 December 2022 20:29 WIB, 2022
Pemkot Batam miliki stok vaksin COVID-19 penguat jenis Pfizer 1.596 dosis
14 November 2022 17:12 WIB, 2022
Satgas Penanganan COVID-19 Kepri minta pemerintah pusat tambah vaksin
22 September 2022 19:21 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disdik Kepri anjurkan satuan pendidikan perbanyak tadarus selama bulan Ramadhan
14 February 2026 18:16 WIB
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB