Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Pengecekan kesehatan penumpang yang semula hanya di pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun, kini diperluas ke pelabuhan domestik untuk mencegah merebaknya virus corona atau COVID-19 di daerah setempat.

"Sesuai hasil rapat di Kantor Kesehatan Pelabuhan, disepakati bahwa di pelabuhan domestik juga dipasang 'thermal scanner' (alat pemindai suhu tubuh). Tadi sudah kita pasang, dan mudah-mudahan besok atau lusa sudah difungsikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Rachmadi mengatakan, 'thermal scanner' semula di pasang di luar dekat lorong kedatangan, tapi karena panas, maka dipasang di dalam terminal keberangkatan, sehingga penumpang yang turun dari kapal berbelok dulu ke ruang tunggu untuk pengecekan suhu tubuh.

Alat pemindai suhu tubuh itu, menurut dia, merupakan milik Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Balai Karimun yang selama ini disiapkan sebagai cadangan.

Untuk mendukung pemeriksaan kesehatan penumpang, dia menyatakan akan membekap KKP yang memiliki tim medis terbatas, dengan menambah 16 tenaga medis yang bertugas dalam dua shift setiap hari. 

Setiap penumpang yang terdeteksi mengalami demam dengan suhu tubuh tinggi, menurut dia akan langsung dibawa ke ruang observasi di klinik KKP.

"Jika mengarah pada gejala terjangkit virus corona, seperti batuk, pilek, sesak nafas dan sakit tenggoroka, maka penumpang tersebut dibawa ke ruang isolasi yang sudah disiapkan di RSUD Muhammad Sani," ujarnya.

Pengecekan kesehatan, lanjut dia, sementara dilakukan untuk penumpang yang datang. Sedangkan penumpang yang berangkat, rencananya juga akan dilakukan pemeriksaan, namun usulan itu akan disampaikan terlebih dahulu kepada bupati, dan bupati selanjutnya mengusulkannya ke provinsi.

"Karena kewenangannya ada di provinsi," ujarnya.

Lebih lanjut Rachmadi mengatakan, pengecekan kesehatan penumpang juga dilakukan di pelabuhan antarpulau Sri Tanjung Gelam atau biasa disebut pelabuhan KPK, namun hanya menggunakan alat pindai suhu tubuh manual.

"Thermal scanner hanya dua, dan itupun milik KKP. Jadi untuk pemeriksaan di pelabuhan KPK, kita menggunakan alat manual," ujarnya.

Rachmadi mengharapkan kerja sama dan peran aktif para penumpang untuk mematuhi petugas guna diperiksa suhu tubuhnya.

"Kita berusaha sekuat tenaga untuk mencegah masuknya virus ini. Warga masyarakat juga harus waspada," kata dia.

Sementara, untuk pengecekan kesehatan di pelabuhan internasional tetap dilakukan seperti biasa, yakni pengecekan menggunakan thermal scanner, dan ditambah pengecekan suhu tubuh di dalam kapal, serta didukung kartu peringatan atau "alert card".

Peningkatan pencegahan virus di pintu masuk pelabuhan menyusul ditetapkannya status waspada virus corona di Kota Batam, dan adanya pasien positif terjangkit virus corona di Depok, Jawa Barat.
 

Pewarta : Rusdianto
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2024