JK sebut lebih baik capek di masjid daripada di rumah sakit
Jumat, 13 Maret 2020 12:47 WIB
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla meninjau penyemprotan disinfektan di Masjid Al Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla mengajak seluruh pengurus DMI dan masyarakat untuk tidak lelah bersama-sama membersihkan masjid guna mencegah penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19).
"Lebih baik kita capek (di masjid) sekarang daripada capek di rumah sakit," kata JK saat meninjau peluncuran Gerakan Semprot Disinfektan 10.000 Masjid di Masjid Al Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat.
JK mengatakan. penyebaran virus corona begitu cepat ke seluruh wilayah apalagi di Indonesia dengan penduduk begitu banyak dan sangat padat.
Penyebaran corona, lanjut dia, dimulai dari tempat-tempat yang ramai. Dalah satunya tempat ibadah seperti masjid, gereja dan lainnya.
Seperti di Korea penyebaran corona dimulai dari gereja dan di Iran dimulai dari Qom atau tempat sucinya Syiah.
Karena itu, JK berharap pengurus DMI aktif melakukan kegiatan bersih-bersih di masjid menggunakan disinfektan atau minimal menggunakan karbol agar lantai masjid bersih dan sehat untuk jamaah yang shalat.
"Karena itulah maka kita DMI dengan seluruh masyarakat berusaha membersihkan dengan disinfektan dari masjid yang ada," kata JK.
Menurut JK kegiatan semprot masjid merupakan gerakan besar-besaran yang dilakukan DMI. Selain itu juga akan membagikan 2 juta liter karbol yang bisa mencapai 10 ribu masjid.
Gerakan semprot masjid juga nanti ditambah dengan dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Petugas pembasmi hama menyemprotkan disinfektan ke karpet di Masjid Al Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
JK menyebutkan, jika jamaah capek sekarang karena harus bersih-bersih masjid secara rutin, hal itu lebih baik daripada capek kemudian hari di rumah sakit.
"Karena masjid tempat sujud, sajadah tempat sujud, maka itu ke masjid bawa sajadah sendiri tidak ada ongkosnya hanya tenteng aja bawa pulang lagi, berapa hari cuci, kalau tidak ada bawa kain khusus hanya untuk muka saja supaya bersih," kata JK.
JK mengatakan lebih baik menjaga dari pada mengobati dan membersihkan masjid mencegah corona tidak harus menggunakan disinfektan, bisa juga dengan menggunakan karbol.
"Teratur pakai karbol, beli karbol Rp15 ribu kita (DMI) akan bagikan kalau tidak sanggup (beli)," kata JK.
JK juga mengimbau kepada jamaah masjid jika ada yang sedang batuk dan demam lebih baik istirahat di rumah sampai sembuh.
JK menambahkan butuh waktu sekitar dua bulan untuk gerakan menyemprot disinfektan seluruh masjid di Jakarta, setelahnya masjid di seluruh Indonesia.
"Lebih baik kita capek (di masjid) sekarang daripada capek di rumah sakit," kata JK saat meninjau peluncuran Gerakan Semprot Disinfektan 10.000 Masjid di Masjid Al Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat.
JK mengatakan. penyebaran virus corona begitu cepat ke seluruh wilayah apalagi di Indonesia dengan penduduk begitu banyak dan sangat padat.
Penyebaran corona, lanjut dia, dimulai dari tempat-tempat yang ramai. Dalah satunya tempat ibadah seperti masjid, gereja dan lainnya.
Seperti di Korea penyebaran corona dimulai dari gereja dan di Iran dimulai dari Qom atau tempat sucinya Syiah.
Karena itu, JK berharap pengurus DMI aktif melakukan kegiatan bersih-bersih di masjid menggunakan disinfektan atau minimal menggunakan karbol agar lantai masjid bersih dan sehat untuk jamaah yang shalat.
"Karena itulah maka kita DMI dengan seluruh masyarakat berusaha membersihkan dengan disinfektan dari masjid yang ada," kata JK.
Menurut JK kegiatan semprot masjid merupakan gerakan besar-besaran yang dilakukan DMI. Selain itu juga akan membagikan 2 juta liter karbol yang bisa mencapai 10 ribu masjid.
Gerakan semprot masjid juga nanti ditambah dengan dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Petugas pembasmi hama menyemprotkan disinfektan ke karpet di Masjid Al Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
JK menyebutkan, jika jamaah capek sekarang karena harus bersih-bersih masjid secara rutin, hal itu lebih baik daripada capek kemudian hari di rumah sakit.
"Karena masjid tempat sujud, sajadah tempat sujud, maka itu ke masjid bawa sajadah sendiri tidak ada ongkosnya hanya tenteng aja bawa pulang lagi, berapa hari cuci, kalau tidak ada bawa kain khusus hanya untuk muka saja supaya bersih," kata JK.
JK mengatakan lebih baik menjaga dari pada mengobati dan membersihkan masjid mencegah corona tidak harus menggunakan disinfektan, bisa juga dengan menggunakan karbol.
"Teratur pakai karbol, beli karbol Rp15 ribu kita (DMI) akan bagikan kalau tidak sanggup (beli)," kata JK.
JK juga mengimbau kepada jamaah masjid jika ada yang sedang batuk dan demam lebih baik istirahat di rumah sampai sembuh.
JK menambahkan butuh waktu sekitar dua bulan untuk gerakan menyemprot disinfektan seluruh masjid di Jakarta, setelahnya masjid di seluruh Indonesia.
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Reisa minta keuarga pastikan lansia sehat sebelum akses vaksin booster kedua
12 December 2022 20:29 WIB, 2022
Pemkot Batam miliki stok vaksin COVID-19 penguat jenis Pfizer 1.596 dosis
14 November 2022 17:12 WIB, 2022
Satgas Penanganan COVID-19 Kepri minta pemerintah pusat tambah vaksin
22 September 2022 19:21 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Kemenhaj Batam imbau jamaah calon haji ikuti manasik dengan sungguh-sungguh
30 January 2026 14:11 WIB