Akibat DBD empat anak meninggal
Jumat, 13 Maret 2020 15:06 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung)
Bandung (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengatakan ada empat kasus anak yang meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bandung.
Empat kasus itu, kata Rita, terjadi pada bulan Januari dan Februari. Menurutnya keempat anak itu dalam kondisi yang syok (tekanan darah menurun) saat masuk rumah sakit.
"Januari ada dua kasus usia dua dan tiga tahun, Februari dua kasus. Mereka sudah dalam kondisi syok masuk ke rumah sakit," kata di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung, Jalan Kopo Cirangrang, Kota Bandung, Jumat.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan, pada Januari ada sebanyak 248 kasus DBD, kemudian Februari ada 204 kasus. DBD. Dari keseluruhannya, ada empat kasus yang menelan korban jiwa.
Menurutnya penyebaran DBD sangat berpotensi dari adanya saluran-saluran air yang tidak dikuras. Sehingga air tersebut menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang dapat menularkan DBD.
"Masyarakat sudah diberitahu, jangan hanya membersihkan tempat perindukan nyamuk yang biasa, tapi talang air jangan dilupakan," katanya.
Jika dibandingkan dengan tahun 2019, menurutnya kasus DBD mengalami penurunan drastis pada tahun ini. Pada Januari dan Februari tahun lalu, kasus DBD di Kota Bandung memang cukup banyak.
"Pada Januari 2019 ada 800 lebih kasus DBD, kemudian Februari ada 600 kasus, meninggal 14 orang selama satu tahun," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan nyamuk penyebab DBD itu bersumber dari saluran air yang berada di pemukiman padat. Maka dari itu, ia meminta agar masyarakat selalu menguras air untuk antisipasi DBD.
"Masyarakat dihimbau agar rajin membersihkan talang (saluran air) jika ada genangan air, selain itu pola hidup bersih harus ditingkatkan," kata Yana.
Empat kasus itu, kata Rita, terjadi pada bulan Januari dan Februari. Menurutnya keempat anak itu dalam kondisi yang syok (tekanan darah menurun) saat masuk rumah sakit.
"Januari ada dua kasus usia dua dan tiga tahun, Februari dua kasus. Mereka sudah dalam kondisi syok masuk ke rumah sakit," kata di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung, Jalan Kopo Cirangrang, Kota Bandung, Jumat.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan, pada Januari ada sebanyak 248 kasus DBD, kemudian Februari ada 204 kasus. DBD. Dari keseluruhannya, ada empat kasus yang menelan korban jiwa.
Menurutnya penyebaran DBD sangat berpotensi dari adanya saluran-saluran air yang tidak dikuras. Sehingga air tersebut menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang dapat menularkan DBD.
"Masyarakat sudah diberitahu, jangan hanya membersihkan tempat perindukan nyamuk yang biasa, tapi talang air jangan dilupakan," katanya.
Jika dibandingkan dengan tahun 2019, menurutnya kasus DBD mengalami penurunan drastis pada tahun ini. Pada Januari dan Februari tahun lalu, kasus DBD di Kota Bandung memang cukup banyak.
"Pada Januari 2019 ada 800 lebih kasus DBD, kemudian Februari ada 600 kasus, meninggal 14 orang selama satu tahun," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan nyamuk penyebab DBD itu bersumber dari saluran air yang berada di pemukiman padat. Maka dari itu, ia meminta agar masyarakat selalu menguras air untuk antisipasi DBD.
"Masyarakat dihimbau agar rajin membersihkan talang (saluran air) jika ada genangan air, selain itu pola hidup bersih harus ditingkatkan," kata Yana.
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Natuna imbau warga jaga kebersihan lingkungan guna cegah DBD
20 September 2025 10:10 WIB, 2025
Dinkes Batam imbau masyarakat waspadai potensi DBD saat musim hujan
15 September 2025 13:00 WIB, 2025
Dinkes Tanjungpinang galakkan Gertak PSN guna waspadai peningkatan kasus DBD
10 September 2025 12:19 WIB, 2025
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BP3MI Kepri matangkan skema khusus pekerja perbatasan Karimun dan Meranti
26 September 2026 17:22 WIB
ISMI Kepri 2026--2030 resmi dikukuhkan, Misni minta amanah dijalankan untuk kemajuan daerah
26 September 2026 15:49 WIB
Pemkot Batam bangun kolam retensi dan drainase di sejumlah kawasan untuk atasi genangan
25 September 2026 14:06 WIB