China dan AS saling tuduh muasal COVID-19
Sabtu, 14 Maret 2020 7:06 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang memberikan keterangan pers di Beijing, Selasa (7/1). (ANTARA/HO-MOFA/mii)
Jakarta (ANTARA) - China dan Amerika Serikat terlibat saling tuduh mengenai asal mula wabah virus corona jenis baru atau COVID-19.
"Ada perbedaan pendapat antara AS dan masyarakat internasional mengenai asal virus corona. China merasa yakin isu ini harus diselesaikan melalui ilmu pengetahuan yang profesional dan berbasis assesment," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Geng Shuang dalam pernyataan tertulis yang diterima ANTARA, Sabtu pagi.
Pernyataan tersebut menanggapi pernyataan rekan Geng sesama jubir MFA, Zhao Lijian, di akun Twitternya yang menduga tentara AS membawa epidemik tersebut ke Wuhan saat mengikuti Pekan Olahraga Militer Dunia (17th CISM/Military World Games) pada 18-27 Oktober 2019.
"Berapa orang yang terinfeksi? Apa nama-nama rumah sakit? Ini mungkin tentara AS yang membawa epidemik ke Wuhan. Transparanlah! Publikasikan data Anda! Anda wajib menjelaskan kepada kami!, demikin Tweet Zhao yang dilengkapi potongan video pemaparan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) AS Robert Redfield.
Saat memberikan testimoni di depan Kongres, Rabu (12/3), Redfield mengakui bahwa beberapa kasus kematian di AS sebelumnya tidak dikategorikan sebagai flu.
Mereka tidak menjalani tes virus corona, demikian Redfield dikutip Global Research.
Sebelumnya AS juga menuduh China bahwa virus yang telah membunuh ribuan orang, terbanyak di China itu, sebagai dampak atas kebocoran laboratorium biologi di Wuhan.
"Kami menentang komentar yang tidak berdasar dan tidak bertanggung jawab oleh pejabat tinggi AS dan anggota Kongres tentang isu yang menyerang China itu," kata Geng. (T.M038)
"Ada perbedaan pendapat antara AS dan masyarakat internasional mengenai asal virus corona. China merasa yakin isu ini harus diselesaikan melalui ilmu pengetahuan yang profesional dan berbasis assesment," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Geng Shuang dalam pernyataan tertulis yang diterima ANTARA, Sabtu pagi.
Pernyataan tersebut menanggapi pernyataan rekan Geng sesama jubir MFA, Zhao Lijian, di akun Twitternya yang menduga tentara AS membawa epidemik tersebut ke Wuhan saat mengikuti Pekan Olahraga Militer Dunia (17th CISM/Military World Games) pada 18-27 Oktober 2019.
"Berapa orang yang terinfeksi? Apa nama-nama rumah sakit? Ini mungkin tentara AS yang membawa epidemik ke Wuhan. Transparanlah! Publikasikan data Anda! Anda wajib menjelaskan kepada kami!, demikin Tweet Zhao yang dilengkapi potongan video pemaparan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) AS Robert Redfield.
Saat memberikan testimoni di depan Kongres, Rabu (12/3), Redfield mengakui bahwa beberapa kasus kematian di AS sebelumnya tidak dikategorikan sebagai flu.
Mereka tidak menjalani tes virus corona, demikian Redfield dikutip Global Research.
Sebelumnya AS juga menuduh China bahwa virus yang telah membunuh ribuan orang, terbanyak di China itu, sebagai dampak atas kebocoran laboratorium biologi di Wuhan.
"Kami menentang komentar yang tidak berdasar dan tidak bertanggung jawab oleh pejabat tinggi AS dan anggota Kongres tentang isu yang menyerang China itu," kata Geng. (T.M038)
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyelenggara Olimpiade Tokyo imbau masyarakat menjauh dari jalur maraton
06 July 2021 21:18 WIB, 2021
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Aktivis Global Sumud diberi sengatan listrik dan kekerasan fisik saat di tahanan Israel
21 May 2026 11:11 WIB
Bertemu Putin, Xi Jinping ingin China-Rusia kerjasama bangun sistem tata kelola global baru
20 May 2026 12:31 WIB
Kedubes Palestina kutuk aksi tentara Israel terhadap konvoi Global Sumud Flotilla
19 May 2026 17:00 WIB