Gara-gara jenazah dokter di Batam jadi korban pemukulan
Senin, 7 September 2020 18:18 WIB
Sosialisasi COVID-19 di RSBP Batam. (Naim)
Batam (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Kepulauan Riau siap mendampingi dokter korban pemukulan oleh oknum warga penjemput paksa jenazah terkonfirmasi positif COVID-19 beberapa waktu lalu.
"Kami IDI bersedia mendampingi kapan saja. IDI bersedia mendampingi anggotanya kalau ada proses ke ranah hukum, kami siap," kata Ketua IDI Kepri Rusdani di Batam, Senin.
Namun memang dalam kasus yang terjadi di RSUD Embung Fatimah beberapa waktu lalu itu, dokter yang menjadi korban masih enggan membawanya ke ranah hukum.
Dalam kesempatan itu, ia meminta masyarakat memahami tugas dokter dalam menangani pasien.
Rusdani menegaskan dokter tidak sembarangan menyebutkan seseorang negatif atau positif COVID-19, melainkan berdasarkan hasil laboratorium pemeriksaan tes usap yang bersangkutan.
Dokter juga harus menjaga agar pasien COVID-19 tidak menularkan virus kepada lingkungannya.
Sebagai tenaga medis, dokter juga memiliki risiko tertular. Bahkan, sudah banyak dokter yang tertular virus corona. Karenanya ia meminta pengertian masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.
"Pekerjaan kami berisiko, jangan kami di 'judge' lagi kenapa, kalau kami bilang positif, itu bukan kami. itu hasil lab mengatakan dia positif, bukan kami.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi membenarkan kasus pemukulan terhadap dokter RSUD Embung Fatimah, saat keluarga hendak menjemput paksa jenazah terkonfirmasi positif COVID-19.
"Dokter kita sempat terkena pukul," kata Didi.
Meski begitu, ia mengatakan kondisi dokter relatif baik dan langsung bisa kembali menangani pasien.
"Kami IDI bersedia mendampingi kapan saja. IDI bersedia mendampingi anggotanya kalau ada proses ke ranah hukum, kami siap," kata Ketua IDI Kepri Rusdani di Batam, Senin.
Namun memang dalam kasus yang terjadi di RSUD Embung Fatimah beberapa waktu lalu itu, dokter yang menjadi korban masih enggan membawanya ke ranah hukum.
Dalam kesempatan itu, ia meminta masyarakat memahami tugas dokter dalam menangani pasien.
Rusdani menegaskan dokter tidak sembarangan menyebutkan seseorang negatif atau positif COVID-19, melainkan berdasarkan hasil laboratorium pemeriksaan tes usap yang bersangkutan.
Dokter juga harus menjaga agar pasien COVID-19 tidak menularkan virus kepada lingkungannya.
Sebagai tenaga medis, dokter juga memiliki risiko tertular. Bahkan, sudah banyak dokter yang tertular virus corona. Karenanya ia meminta pengertian masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.
"Pekerjaan kami berisiko, jangan kami di 'judge' lagi kenapa, kalau kami bilang positif, itu bukan kami. itu hasil lab mengatakan dia positif, bukan kami.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi membenarkan kasus pemukulan terhadap dokter RSUD Embung Fatimah, saat keluarga hendak menjemput paksa jenazah terkonfirmasi positif COVID-19.
"Dokter kita sempat terkena pukul," kata Didi.
Meski begitu, ia mengatakan kondisi dokter relatif baik dan langsung bisa kembali menangani pasien.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ibu Prada Lucky ungkap bahwa anaknya mengaku sempat dipukul dan dicambuk di barak
09 August 2025 13:32 WIB
Petugas pemulasaraan pasien COVID-19 dipukul keluarga saat memakamkan jenazah
21 July 2020 19:54 WIB, 2020
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Polres Lingga tanam 200 bibit pohon pisang guna dukung program ketahanan pangan
31 January 2026 16:18 WIB