Warga daerah terpencil akan dapat layanan kesehatan Klinik Apung
Senin, 30 November 2020 18:55 WIB
Klinik Apung kemitraan Kimia Farma dan Badan Wakaf Al Quran untuk membantu layanan kesehatan masyarakat di area kepulauan. (Badan Wakaf Al Quran)
Jakarta (ANTARA) - PT Kimia Farma bersama Badan Wakaf Al Quran meluncurkan Klinik Apung untuk membantu pemerintah meningkatkan layanan kesehatan kepada warga di pulau terpencil Indonesia.
"Melalui Program Klinik Apung kami berharap pelayanan kesehatan di Indonesia menjadi lebih baik," kata Direktur Umum dan Human Capital Kimia Farma, Dharma Syahputra, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan Klinik Apung kali ini ditujukan bagi warga di pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu. Sebelumnya, Klinik Apung Kimia Farma telah berlayar di daerah Lombok Barat, NTB, untuk membantu kesehatan warga sekitar.
Program Klinik Apung, kata dia, juga dibuat untuk mengedukasi masyarakat terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga meningkatkan literasi kesehatan dan masyarakat dapat mandiri dalam meningkatkan gaya hidup sehatnya.
Chief of Operational BWA Ichsan Salam mengatakan kemitraan bersama Kimia Farma merupakan solusi bagi masyarakat yang kesulitan dalam menjangkau layanan kesehatan di daerah terpencil.
"BWA dan Kimia Farma memiliki misi kemanusiaan dan bisa berjalan bersama untuk tujuan mulia ini. Selain itu, Kimia Farma sebagai BUMN bisa mengimplementasikan CSR-nya untuk mendukung SDGs pemerintah dalam meningkatkan kesehatan," kata dia.
Menurut Ichsan, Road Trip Klinik Apung ini menggunakan Kapal Motor (KM) Jelajah Pulau Terpencil Nusantara (JPTN) Fatahillah yang merupakan wakaf dari para wakif dan dermawan BWA yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga di dalam kapal terdapat ruang klinik yang dilengkapi dengan sarana alat kesehatan.
Klinik Apung, kata dia, akan menjangkau delapan pulau di Kepulauan Seribu dengan metode Road Trip terhitung dari awal Desember 2020 sampai dengan Juli 2021.
"Melalui Program Klinik Apung kami berharap pelayanan kesehatan di Indonesia menjadi lebih baik," kata Direktur Umum dan Human Capital Kimia Farma, Dharma Syahputra, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan Klinik Apung kali ini ditujukan bagi warga di pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu. Sebelumnya, Klinik Apung Kimia Farma telah berlayar di daerah Lombok Barat, NTB, untuk membantu kesehatan warga sekitar.
Program Klinik Apung, kata dia, juga dibuat untuk mengedukasi masyarakat terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga meningkatkan literasi kesehatan dan masyarakat dapat mandiri dalam meningkatkan gaya hidup sehatnya.
Chief of Operational BWA Ichsan Salam mengatakan kemitraan bersama Kimia Farma merupakan solusi bagi masyarakat yang kesulitan dalam menjangkau layanan kesehatan di daerah terpencil.
"BWA dan Kimia Farma memiliki misi kemanusiaan dan bisa berjalan bersama untuk tujuan mulia ini. Selain itu, Kimia Farma sebagai BUMN bisa mengimplementasikan CSR-nya untuk mendukung SDGs pemerintah dalam meningkatkan kesehatan," kata dia.
Menurut Ichsan, Road Trip Klinik Apung ini menggunakan Kapal Motor (KM) Jelajah Pulau Terpencil Nusantara (JPTN) Fatahillah yang merupakan wakaf dari para wakif dan dermawan BWA yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga di dalam kapal terdapat ruang klinik yang dilengkapi dengan sarana alat kesehatan.
Klinik Apung, kata dia, akan menjangkau delapan pulau di Kepulauan Seribu dengan metode Road Trip terhitung dari awal Desember 2020 sampai dengan Juli 2021.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Kimia Farma ekspansi bisnis laboratorium dan klinik di Tanjungpinang
13 July 2023 19:36 WIB, 2023
Laboratorium medis dan klinik pratama Kimia Farma Pamedan di Tanjungpinang resmi beroperasi
13 July 2023 12:32 WIB, 2023
Penyidik Bareskrim periksa produsen obat PT Afi Farma terkait gagal ginjal akut
01 November 2022 21:25 WIB, 2022
Jenazah ditemukan di Pantai Bse G Jayapura, diduga aktivis Filep Karma
01 November 2022 8:15 WIB, 2022
MUI sambut baik peluncuran vaksin halal COVID-19 produk dalam negeri
13 October 2022 18:17 WIB, 2022
Bio Farma mampu produksi 20 juta dosis IndoVac untuk tahap perdana
08 September 2022 11:00 WIB, 2022
Pemprov Kepri telah dua kali surati Kimia Farma minta turunkan harga GeNose
04 June 2021 9:30 WIB, 2021